RSS

Sah

26 Jan

.weheartit.

 

 

“Aku selalu jatuh hati pada kerlip bintang…”

Kamu berkata pelan sambil menatap langit cerah yang penuh bintang, beberapa saat setelah kuambil alih tanganmu yang sedang berdansa dengan ayahku — yang kini sudah resmi menjadi mertuamu.

Kemudian, kita berdansa pelan mengikuti alunan lagu “Can’t Help Falling in Love” milik Richard Marx yang diputar di pesta pernikahan ini.

Begitu lenganku memeluk pinggangku dan tanganmu menyentuh bahuku, mendadak, bagiku hanya ada aku dan kamu. Semua tamu pesta yang berdansa di sekeliling kita tak lebih dari sekedar bayangan semu.

“Berarti kamu selalu jatuh hati padaku?” godaku.

Kamu tertawa lepas, menyajikan pemandangan yang bagiku lebih indah dari ribuan bintang di langit sana.

Gaun cantikmu berdesir seiring gerakan kita. Kupererat lenganku dipinggangmu hingga tubuh kita berpelukan. Kamu menyandarkan kepalamu di bahuku.

“Aku mencintaimu, Langit…” bisikku di telingamu.

“Aku tahu,” balasmu tak kalah pelan. Ada getar di suaramu yang menusuk hatiku.

KIta terus berdansa, sebelum sebuah suara yang amat kukenal berkata padaku,

“Boleh aku pinjam perempuan cantik ini untuk berdansa denganku?”

Aku dan kamu sama-sama menoleh ke arah suara itu. Kita berdua sama-sama tertawa padanya.

Jantungku berdegup kencang ketika kuserahkan tanganmu untuk berdansa dengannya. Aku berkedip padanya, “Tentu saja boleh, dia kan istrimu, kakak.”

Aku memandangmu yang berdansa pelan dengannya. Kalian, orang yang paling kucintai di dunia ini.

Mata kita bertemu sekilas. Dapat kulihat mata beningmu berkaca-kaca.

Suara Richard Marx masih mengalun merdu, “Shall I stay? ….Would it be a sin? …If I, i can’t help… falling in love with you…

Aku menelan ludah. Pahit.

Ah, kini kamu sudah sah menjadi kakak iparku.

Dan aku,

tetap tidak bisa menemukan cara untuk berhenti mencintaimu.

***

 

 

 

*ditulis dalam rangka #15HariNgeblogFF hari ke-15 (hari terakhir) judul pertama “Sah.”

*kisah ini lanjutan dari “Halo, Siapa Namamu?” dan “Langit Biru.”

 

Advertisement
 
6 Comments

Posted by on January 26, 2012 in Fiksi

 

Tags: ,

6 Responses to Sah

  1. Rachma Lestari

    January 26, 2012 at 12:06 pm

    T-T
    *srooooot

     
    • hildabika

      January 26, 2012 at 12:19 pm

      *pukpuk tari*
      *sodorin tisu sekotak* =))

       
  2. RuriOnline

    January 26, 2012 at 12:41 pm

    hilda ini.. seneng banget ya ngaduk-ngaduk hati? T.T

     
    • hildabika

      January 26, 2012 at 12:43 pm

      Mihihihihihi =))
      Maaaapkeuuun *pukpuk ruri* *sodorin tisu* :D

       
  3. wahyu siswaningrum

    January 26, 2012 at 1:21 pm

    Curiga deh. Hilda nih kayaknya disponsori pabrik tisu :)

     
    • hildabika

      January 26, 2012 at 1:25 pm

      Eiya yaa *ngakak sampe Paris* =))

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.