<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>I. Love. Life</title>
	<atom:link href="http://hildanurina.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hildanurina.wordpress.com</link>
	<description>Life is like a roller coaster. enjoy the ride!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Feb 2012 05:13:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hildanurina.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>I. Love. Life</title>
		<link>http://hildanurina.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hildanurina.wordpress.com/osd.xml" title="I. Love. Life" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hildanurina.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Buon Compleanno, Bika :)</title>
		<link>http://hildanurina.wordpress.com/2012/02/18/buon-compleanno-bika/</link>
		<comments>http://hildanurina.wordpress.com/2012/02/18/buon-compleanno-bika/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 21:26:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hildabika</dc:creator>
				<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[#ForYoungerMe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hildanurina.wordpress.com/?p=1047</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Dear Bika Kecil, Selamat ulang tahun yang pertama! Hari ini, 23 tahun yang lalu, kamu berulang tahun yang pertama. Ah, kamu yang satu tahun. Lagi lucu-lucunya. Belum tahu betapa dunia akan mengejutkan kita. Betapa petualangan kita nanti akan sedemikian seru. Saat ini kamu pasti belum bisa berjalan ya? Hihihi. Tak apa. Ayo semangat. Nanti, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hildanurina.wordpress.com&amp;blog=7412377&amp;post=1047&amp;subd=hildanurina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1048" class="wp-caption alignnone" style="width: 285px"><a href="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/02/bika1tahun.jpg"><img class=" wp-image-1048" title="bika1tahun" src="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/02/bika1tahun.jpg?w=275&#038;h=337" alt="" width="275" height="337" /></a><p class="wp-caption-text">First Birthday, 19 Februari 1989.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dear Bika Kecil,</p>
<p>Selamat ulang tahun yang pertama! Hari ini, 23 tahun yang lalu, kamu berulang tahun yang pertama. Ah, kamu yang satu tahun. Lagi lucu-lucunya. Belum tahu betapa dunia akan mengejutkan kita. Betapa petualangan kita nanti akan sedemikian seru.</p>
<p>Saat ini kamu pasti belum bisa berjalan ya? Hihihi. Tak apa. Ayo semangat. Nanti, ketika kamu beranjak dewasa, semua permasalahan dunia akan menghantammu dan mencoba menjatuhkanmu. Tapi, sama seperti kamu yang sekarang jatuh-bangun untuk belajar berjalan. Nantinya, kamu dewasa tidak akan menyerah. Kamu akan bangkit berdiri ketika masalah menjatuhkanmu. Kamu akan terus berdiri dan berlari menggapai apa yang kamu inginkan.</p>
<p>Kamu akan tumbuh menjadi gadis yang kuat, Bika. Gadis pemberani. Kadang nekat, hihihi. Bahkan, ketika ketinggalan antar-jemput, kamu yang masih kelas 6 SD malah memilih untuk berjalan kaki dari SD-mu di Jatiwaringin, ke rumahmu yang jauh di hampir-perbatasan-Bogor (waktu itu kamu sudah pindah rumah dari rumah nenekmu di Kalimalang). Luar biasa. Demi apa kamu jalan kaki sejauh itu? Muahahaha. Ketika dewasa nanti, kamu akan tertawa terpingkal-pingkal mengenangnya.</p>
<p>Nikmatilah masa kecilmu hingga SD nanti. Sebab, selepas SD masalah mulai berdatangan. Roda kehidupan berputar. Kamu yang SD bisa naik antar-jemput sekolah, ketika SMP mendadak kamu harus mengayuh sepeda dan belajar naik angkot. Oh iya, SMP nanti kamu akan kembali ke kota kelahiranmu, Surabaya. Melepaskan semua teman masa SD-mu di Jakarta. Kamu akan mengalami shock kultur. Tak apa. Kamu akan belajar banyak.</p>
<p>Kamu akan belajar, bahwa kadang kehidupan tidak berjalan sesuai keinginan kita.</p>
<p>Kamu akan belajar bahwa tidak semua yang kita inginkan, dapat tercapai.</p>
<p>Bahwa terkadang, yang bisa kita lakukan hanyalah ikhlas dan berlapang dada.</p>
<p>Bahwa terkadang yang kita inginkan, bukanlah yang kita butuhkan.</p>
<p>Kamu juga akan belajar, bahwa untuk mendapatkan yang kamu inginkan, kamu harus berusaha dan bekerja keras meraihnya.</p>
<p>Kamu gadis yang aktif, Bika. Kamu tidak bisa diam. Kamu ikut OSIS dan terpilih menjadi Ketua Rohis semasa SMA nanti. <em>See</em>? Hilda Nurina Sabikah yang bandel menjadi Ketua Rohis. Muahahaha. Tapi di masa itulah jiwamu terpanggil untuk berjilbab. Karena masa itulah, kamu jadi punya pondasi yang kuat ketika nanti kamu dihadapkan pada pilihan-pilihan.</p>
<p>Nanti, saat akan lulus SMA akan ada masa perdebatan panjang berurai airmata dengan orang tuamu, mengenai pilihan pendidikan. Keluargamu menginginkanmu masuk AKPOL (iya, akademi polisi, kaget kan?) sedangkan kamu benci hal-hal yang berbau militer.</p>
<p>Tahukah kamu, dari puluhan ribu yang mendaftar, dari ribuan perempuan yang mendaftar, kamu yang ogah-ogahan menjalani tes, justru akan lolos berbagi tahap. Padahal setiap pengumuman, kamu selalu pucat, gemetar, dan berdoa agar tidak lolos. Lucunya, kamu selalu lolos. Kamu bahkan akhirnya agak menikmati dirimu yang tiba-tiba selalu diberi selamat setiap tahap kelolosan, “Selamat ya lolos terus, hil. Ihiiiii&#8230; Sukses ya!” oleh hampir seluruh teman sekolahmu, guru-gurumu, bahkan teman yang tidak kamu kenal. Dasar narsis! *jitak*</p>
<p>Dan aku benar-benar mengacungkan jempol dan bersyukur atas pendirian teguhmu pada wawancara di tes terakhir sebelum tes kesehatan yang mengatakan bahwa kamu tidak akan mau melepas jilbabmu. Kamu tidak lolos tes wawancara itu. Dan kamu sangat bersyukur karenanya. Ada prinsip-prinsip yang kamu pegang teguh sampai sekarang.</p>
<p>Prinsip itulah yang kamu pegang ketika masalah keluarga menghantammu. Kamu tidak pernah sekalipun lari ke rokok, minum-minuman, dan sebagainya. Ketika kamu stress berat, kamu memilih untuk membahagiakan dirimu dengan melakukan hobimu. Tenggelam dalam lautan buku, nonton marathon, atau menulis. Iya, menulis selalu membebaskan jiwamu. Melegakan. Seakan separuh bebanmu terangkat dengan menulis.</p>
<p>Oh iya, nantinya kamu akan masuk jurusan yang tidak kamu sangka. Jurusan yang akhirnya menahanmu bertahun-tahun *uhuk* di Universitas ini karena keasyikanmu bekerja sejak semester dua. Ya, nantinya kamu akan keterima bekerja di DetEksi yang akan menjadi rumah keduamu selama empat tahun. Kamu akan bertemu dengan sahabat-sahabat yang menjadi keluarga keduamu. Di sini, kamu akan bertemu dengan banyak *uhuk* cinta.</p>
<p>Ehem, masalah cinta. Biar kuberi tahu sesuatu, nantinya sampai SMA, kamu tidak akan punya pacar. Jangan bersedih. Kamu memang akan melewati masa-masa SMA ketika kamu merasa &#8216;<em>invisible</em>&#8216; di hadapan lelaki, karena kamu merasa kulitmu hitam kebanyakan main di luar rumah.</p>
<p>Tapi nantinya, kamu akan bermetamorfosa dengan sendirinya, bahkan nantinya lima tahun kemudian teman SMA yang kamu sukai dan tidak menyadari kehadiranmu, akan berbalik mengejar-ngejarmu setelah melihat metamorfosamu. Lucunya, kamu akan menolaknya. Kamu sudah sama sekali tidak tertarik padanya. Kamu tidak suka pada lelaki yang hanya melihat kulit luarmu saja. Kemana dia saat kamu menjadi &#8216;<em>ugly duckling</em>&#8216; dulu?</p>
<p>Tanpa kamu sadari, tiba-tiba saja kulitmu yang terlindungi jilbab kembali cerah seperti kamu kecil. Dan kamu akan dengan santai menanggapi teman-teman SMA-mu yang kaget melihat perubahanmu, kamu akan bilang, &#8220;Cuma pakai Ponds.&#8221; Hihiihi. Aku bersyukur kamu tidak pernah tergoda untuk perawatan macam-macam.</p>
<p>Kamu membiarkan dirimu apa adanya. Karena kamu ingin, dia yang menjadi jodohmu nanti, adalah dia yang melihat dirimu &#8212; apa adanya dirimu, bukan kecantikan luarmu saja.</p>
<p>Nantinya kamu akan sempat menyesal melepaskan seseorang yang kamu suka, dan jadian dengan orang lain. Well, jangan menyesal. Kamu akan belajar banyak dari para lelaki yang datang dan mengisi hidupmu. Mereka datang dan pergi silih berganti. Belum ada yang mampu menetap. Dan bahkan sampai detik ini aku belum tahu jodohmu siapa.</p>
<p>Tenang saja. Semua akan indah pada waktunya. Kamu selalu percaya itu.</p>
<p>Semua akan indah pada waktunya. Kamu nantinya akan berkali-kali membuktikannya. Tahun-tahun berurai airmata dan sakit hati atas semua masalah keluargamu nanti kamu lalui dengan tegar dan dengan kepala terangkat. Orang-orang akan tetap melihatmu sebagai Hilda yang ceria dan penuh senyum.</p>
<p>Ah, betapa kuatnya kamu, sayang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekali lagi, selamat ulang tahun, Bika kecil.</p>
<p>Terima kasih telah mengingatkanku untuk tidak menyerah.</p>
<p>Aku sengaja menulis ini untuk menarik ingatan kembali ke belakang. Untuk bersyukur atas semua hal yang akan kamu jalani selama 24 tahun ke depan.</p>
<p>Dan tidak ada sedikitpun hal yang ingin aku ubah selama 24 tahun itu. Karena 24 tahun penuh tawa, airmata, doa, jatuh-bangun itulah yang akan menjadikanmu seperti aku sekarang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hidup cuma sekali, mari kita nikmati.</p>
<p>Bukan begitu, Bika?</p>
<p><em>Cheers!</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Surabaya, 19 Februari 2012</p>
<p>Dari aku, dirimu yang berusia 24 tahun.</p>
<p><a href="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/02/hilda-nurina-sabikah-hildabika.jpg"><img class="alignnone  wp-image-1049" title="Hilda Nurina Sabikah - @hildabika" src="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/02/hilda-nurina-sabikah-hildabika.jpg?w=245&#038;h=307" alt="" width="245" height="307" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1053" class="wp-caption alignnone" style="width: 355px"><a href="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/02/bika2tahun.jpg"><img class=" wp-image-1053" title="bika2tahun" src="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/02/bika2tahun.jpg?w=345&#038;h=406" alt="" width="345" height="406" /></a><p class="wp-caption-text">2nd Birthday, 19 Feb 1990. Saya yg tengah, si centil berpita merah :p</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>*ditulis untuk proyek #ForYoungerMe</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hildanurina.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hildanurina.wordpress.com/1047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hildanurina.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hildanurina.wordpress.com/1047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hildanurina.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hildanurina.wordpress.com/1047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hildanurina.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hildanurina.wordpress.com/1047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hildanurina.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hildanurina.wordpress.com/1047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hildanurina.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hildanurina.wordpress.com/1047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hildanurina.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hildanurina.wordpress.com/1047/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hildanurina.wordpress.com&amp;blog=7412377&amp;post=1047&amp;subd=hildanurina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hildanurina.wordpress.com/2012/02/18/buon-compleanno-bika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7073cf549abdf18439e9f4ef75b5176a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hildabika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/02/bika1tahun.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bika1tahun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/02/hilda-nurina-sabikah-hildabika.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hilda Nurina Sabikah - @hildabika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/02/bika2tahun.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bika2tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dalam Diam</title>
		<link>http://hildanurina.wordpress.com/2012/02/18/dalam-diam/</link>
		<comments>http://hildanurina.wordpress.com/2012/02/18/dalam-diam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 09:41:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hildabika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hildanurina.wordpress.com/?p=1015</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Aku menyukai keheningan. Bahkan kadang aku melamun tanpa sadar di tempat-tempat umum. Seringnya, aku tenggelam dalam duniaku dan hanya mengamati orang yang berlalu lalang. Seperti saat itu, saat aku sedang bosan setengah mati menunggu temanku. Yang kulakukan hanya mencopot high heels yang membuat kakiku kram dan duduk diam mengamati orang yang berlalu lalang di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hildanurina.wordpress.com&amp;blog=7412377&amp;post=1015&amp;subd=hildanurina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1016" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/02/tumblr_lsrbnay0nj1r1wj6yo1_500_large.jpg"><img class="size-full wp-image-1016" title="tumblr_lsrbnay0NJ1r1wj6yo1_500_large" src="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/02/tumblr_lsrbnay0nj1r1wj6yo1_500_large.jpg?w=645" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">.weheartit.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku menyukai keheningan. Bahkan kadang aku melamun tanpa sadar di tempat-tempat umum. Seringnya, aku tenggelam dalam duniaku dan hanya mengamati orang yang berlalu lalang.</p>
<p>Seperti saat itu, saat aku sedang bosan setengah mati menunggu temanku. Yang kulakukan hanya mencopot <em>high heels</em> yang membuat kakiku kram dan duduk diam mengamati orang yang berlalu lalang di gedung pameran ini. Tanpa peduli siapa yang ada di kiri atau kananku.</p>
<p>Aku hanya diam. Mengamati.</p>
<p>Sampai akhirnya aku menyadari keberadaanmu yang tepat berada di sampingku, ketika tawa kita menyatu dalam udara.</p>
<p>Kebetulan yang menyenangkan.</p>
<p>Kita sama-sama menoleh. Terkejut mendapati kita ternyata mengamati dan menertawakan hal yang sama.</p>
<p>Lalu kamu tersenyum, memamerkan senyum lucu, dan mengulurkan tangan menyebut nama. Berkenalan. Tapi sebatas itu saja. Saat itu, kamu dan aku bahkan tidak berusaha saling mengenal satu sama lain lebih dalam.</p>
<p>Kita, dua orang asing yang kebetulan duduk berdampingan di sebuah pameran. Kita sama-sama kembali tenggelam diam dalam keheningan.</p>
<p>Namun takdir sepertinya punya jalannya sendiri, karena tak lama kemudian, kita kembali tertawa bersamaan dan saling berpandangan.</p>
<p>Lagi dan lagi. Berbagi hening dan berbagi tawa melihat hal-hal yang terjadi di sekililing kita. Hal-hal remeh seperti dua anak perempuan sekitar lima tahun yang saling menjambak hanya karena berebut pita, anak lelaki gendut yang sudah besar namun masih didorong di troli bayi, atau remaja yang tersandung kabel dan hampir terjerembap jatuh.</p>
<p>Saat itu aku tak tahu, bahwa nantinya aku akan jatuh hati dalam-dalam pada pecinta diam sepertimu. Pada lelaki asing berwajah lucu dan berkacamata dari pameran.</p>
<p>Saat itu aku tak tahu, bahwa nantinya kita akan terus berbagi keheningan yang nyaman seperti ini. Selama bertahun-tahun kemudian.</p>
<p>Seperti hari ini, tiga tahun kemudian dari saat itu, aku dan kamu duduk berdampingan, di tempat yang ramai, dalam keheningan yang nyaman.</p>
<p>Aku menoleh. Menatapimu yang asyik membaca buku. Entah berapa banyak orang yang berlalu lalang di sekitar kita. Entah berapa lama kita saling berbagi keheningan seperti ini. Namun, kamu tetap tenggelam dalam duniamu sendiri.</p>
<p>Kamu.<em> Si pendiam yang membuatku jatuh cinta dalam-dalam.</em></p>
<p>&#8220;Ada apa?&#8221; kamu tiba-tiba menoleh, membetulkan letak kacamatamu. Ternyata kamu menyadari aku cukup lama memandangimu.</p>
<p>Aku tersenyum dan menyandarkan kepalaku di bahumu yang bidang dan nyaman. &#8220;Nggak papa&#8230;&#8221; bisikku, memainkan jari-jariku di sela-sela jemarimu yang sedari tadi menggenggamku erat.</p>
<p>Kamu tertawa, &#8220;Kamu aneh..&#8221;</p>
<p>&#8220;Memangnya kamu nggak aneh?&#8221; cibirku, mendongak memandangmu.</p>
<p>Kamu tertawa lagi, memamerkan senyuman hangat yang sama dengan tiga tahun yang lalu, saat kita pertama bertemu.</p>
<p>&#8220;Kita memang pasangan yang aneh, bukan?&#8221; kecupan lembut mendarat di puncak kepalaku.</p>
<p>Kini kamu melingkarkan tangan dipundakku.</p>
<p>Memelukku. Hangat.</p>
<p>Aku tersenyum bahagia. Keheningan menenangkan ini memang milik kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Dalam diam, aku tahu kamu mencintaiku dalam-dalam.</em></p>
<p>***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>*Fiksi ini terinspirasi dari pertemuan sekilas, berbagi hening dan tawa bareng mas berkacamata dari Bandung yang duduk di sebelah saya di pameran tadi pagi :p</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hildanurina.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hildanurina.wordpress.com/1015/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hildanurina.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hildanurina.wordpress.com/1015/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hildanurina.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hildanurina.wordpress.com/1015/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hildanurina.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hildanurina.wordpress.com/1015/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hildanurina.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hildanurina.wordpress.com/1015/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hildanurina.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hildanurina.wordpress.com/1015/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hildanurina.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hildanurina.wordpress.com/1015/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hildanurina.wordpress.com&amp;blog=7412377&amp;post=1015&amp;subd=hildanurina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hildanurina.wordpress.com/2012/02/18/dalam-diam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7073cf549abdf18439e9f4ef75b5176a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hildabika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/02/tumblr_lsrbnay0nj1r1wj6yo1_500_large.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tumblr_lsrbnay0NJ1r1wj6yo1_500_large</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Strangers</title>
		<link>http://hildanurina.wordpress.com/2012/02/02/the-strangers/</link>
		<comments>http://hildanurina.wordpress.com/2012/02/02/the-strangers/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 16:27:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hildabika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[#CoffeeShop]]></category>
		<category><![CDATA[#FFBerantai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hildanurina.wordpress.com/?p=998</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#8220;Espresso satu.&#8221; Begitu masuk ke coffee shop ini, aku langsung menuju bar pemesanan. Aku mau pesan langsung, kepalaku masih sakit sekali akibat semalam, sepertinya aku terlalu banyak minum. Tadi bahkan aku hampir menabrak seorang perempuan yang sama-sama masuk ke coffee shop ini. Perempuan di balik meja kasir memandangku dengan terpana, sebelum akhirnya pipinya bersemu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hildanurina.wordpress.com&amp;blog=7412377&amp;post=998&amp;subd=hildanurina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_999" class="wp-caption alignnone" style="width: 477px"><a href="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/02/635386_7q957fhvvu_large.jpg"><img class=" wp-image-999" title="635386_7q957fhvvu_large" src="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/02/635386_7q957fhvvu_large.jpg?w=467&#038;h=292" alt="" width="467" height="292" /></a><p class="wp-caption-text">.weheartit.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Espresso satu.&#8221;</p>
<p>Begitu masuk ke <em>coffee shop</em> ini, aku langsung menuju bar pemesanan. Aku mau pesan langsung, kepalaku masih sakit sekali akibat semalam, sepertinya aku terlalu banyak minum. Tadi bahkan aku hampir menabrak seorang perempuan yang sama-sama masuk ke <em>coffee shop</em> ini.</p>
<p>Perempuan di balik meja kasir memandangku dengan terpana, sebelum akhirnya pipinya bersemu merah ketika aku mengulangi pesananku lagi sambil menyerahkan uang.</p>
<p>&#8220;Atas nama siapa mas?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ale,&#8221; jawabku tanpa memandangnya. Kepalaku masih berdenyut-denyut. Aku butuh kopi itu secepatnya.</p>
<p>Seorang perempuan lagi yang sedang membayar memandangiku beberapa saat sebelum pergi. Entah mengapa perempuan-perempuan ini selalu memandangku seakan mereka ingin melumatku. Padahal aku bahkan belum mandi. Rambutku kubiarkan acak-acakan. Kaos merah polos dan celana selutut ini pun hasil asal sambar saja.</p>
<p>Kulayangkan pandang cepat ke seluruh <em>coffee shop</em> untuk mengambil tempat duduk. <em>Shoot!</em> Kenapa <em>coffee shop</em> ini ramai sekali sih? Segera kusesali keputusanku untuk asal saja masuk ke <em>Coffee Shop</em> terdekat. Banyak pasangan yang tengah bercakap-cakap, ada juga yang merenung sendirian.</p>
<p>Deg! Pandanganku berhenti pada seorang wanita dengan gaun berwarna gading yang cantik.</p>
<p><em>Gaun pengantin.</em></p>
<p><em>Sial!</em> Aku sudah pergi jauh-jauh meliburkan diri ke kota yang aku yakin aku tidak mengenal siapapun di sini, eh malah bertemu dengan perempuan yang mengingatkanku padanya.</p>
<p>Tapi entah kenapa hatiku miris melihat perempuan itu. Wajahnya bersih tanpa polesan<em> makeup</em>, matanya sembab, dan masih terlihat jelas untaian mawar dan melati di rambutnya yang terjalin rapat. Demi apa dia masih berpakaian pengantin ke <em>coffee shop?</em></p>
<p>Seperti ada magnet yang menarikku, kulangkahkan kaki menuju mejanya.</p>
<p>Aku melewati pasangan yang sedang bercumbu mesra, melewati pasangan yang sedang bicara serius sambil bergenggaman tangan di atas meja. Kemudian sempat menyenggol gadis di depan pria berkacamata dan meminta maaf sekilas.</p>
<p>Perempuan bergaun pengantin itu masih mematung sambil mengaduk-aduk minuman pesanannya. Wajahnya tampak <em>trance</em>, pandangannya kosong entah kemana. Dia belum sadar aku berhenti di depan mejanya sampai kutarik bangku dan duduk begitu saja.</p>
<p>Kupasang senyumku. Dia terbelalak kaget dan bingung memandangku.</p>
<p><em></em>&#8220;Melarikan diri? Pernikahan paksa?&#8221; Pertanyaan meluncur begitu saja dari mulutku tanpa bisa kutahan.</p>
<p>Dia membisu dan matanya masih terbelalak. Mungkin saking <em>shock</em>-nya melihat orang asing seenak jidatnya mengambil tempat di depannya dan memberondongnya dengan pertanyaan-pertanyaan sensitif.</p>
<p>Tapi aku tak peduli, bahkan aku tak peduli jika dia mengusirku karena menyangkaku orang gila.</p>
<p>Toh aku memang orang gila. <em>Orang gila yang sedang tergila-gila sahabatnya yang gila.</em> Sepertinya aku juga masih mabuk, sampai mendatangi perempuan asing yang tak kukenal hanya karena dia mirip dengan Biyan, sahabatku.</p>
<p>Untungnya dia masih diam saja. Jadi, kutopang daguku dan kata-kata mengalir deras begitu saja,</p>
<p>&#8220;Kamu membuatku teringat pada sahabatku. Dia selalu bergaun sepertimu pada satu hari khusus di setiap tahun. Berdandan cantik bergaun pengantin di tanggal itu setiap tahun. Bisa kaubayangkan? Setiap tahun.&#8221;</p>
<p>Aku hampir menertawai diriku sendiri karena mengoceh seperti ini.</p>
<p>&#8220;Setiap tahun?&#8221; akhirnya dia bersuara, keningnya mengernyit.</p>
<p>Aku takjub mendapati dia mendengarkanku. Kukira dia akan membisu terus. Hmmm&#8230; Mungkin dia juga sedang butuh pengalihan dari apapun itu masalah yang membuatnya <em>berantakan</em> seperti ini.</p>
<p>Aku mengangguk, melanjutkan, &#8220;Di tanggal pernikahannya, sahabatku itu dengan setia menunggu mempelainya.&#8221;</p>
<p>Hatiku tiba-tiba berdenyut sakit ketika mengingat Biyan yang luar biasa setia.</p>
<p>&#8220;Kenapa dengan mempelainya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Meninggal. Tepat di hari pernikahannya. Empat tahun yang lalu.&#8221;</p>
<p>Wajah cantik itu memucat.</p>
<p>&#8220;Dan dia segila itu menunggu mempelainya setiap tahun. Berdandan cantik bergaun putih di tanggal itu. Menatap makam bisu. Dan aku segila itu&#8230;&#8221; aku menelan ludah. Kata-kataku hilang di tenggorokan.</p>
<p>&#8220;&#8230; menunggunya?&#8221; sambungnya tiba-tiba. &#8220;Kamu mencintai sahabatmu itu.&#8221;</p>
<p>Aku menelan ludah. Demi apa aku mengoceh seperti ini pada orang asing ini? Aku rasa aku sudah gila. Tapi aku harus memberitahu sesuatu pada perempuan ini.</p>
<p>&#8220;Kamu melarikan diri dari pernikahanmu karena apa?&#8221;</p>
<p>Dia kembali terdiam.</p>
<p>&#8220;Tak cocok dengan pilihan orang tua? Sudah punya lelaki lain yang kamu cintai sepenuh jiwa raga?&#8221;</p>
<p>Masih tak ada jawaban. Tapi aku bahkan bisa menebaknya.</p>
<p>&#8220;Kalau begitu, carilah dia. Menikahlah dengannya. Larilah bersamanya kalau perlu. Bukankah cinta memang gila? Selama dia masih ada di dunia ini. Selama kalian masih bisa bersama. Dan kalau lelaki itu benar-benar mencintaimu, dia akan mencarimu. Dia akan menemukanmu.&#8221;</p>
<p>Ah, aku mengoceh lagi. Cepat-cepat kutandaskan Espresso-ku.</p>
<p>&#8220;Untuk kalian&#8230;&#8221;</p>
<p>Seorang perempuan manis membagikan sepotong kue tart cokelat pada kami. Kurasa dia mengira kami adalah pasangan.</p>
<p>&#8220;Terima kasih,&#8221; aku tersenyum pada gadis itu. Kulihat dia membagikan potongan-potongan yang sama pada pengunjung yang lain.</p>
<p>Kupandangi kue tart cokelat yang terlihat lezat itu. <em>Kalau sedang bersedih, makanlah cokelat, cokelat dapat membuat perasaanmu lebih baik</em>. Kata-kata Biyan menggema di telingaku.</p>
<p>Ah, tapi sakit kepalaku bahkan sudah membaik. Sepertinya perempuan bergaun pengantin di depanku lebih membutuhkan ini daripada aku.</p>
<p>Kusorongkan kue tart cokelat itu ke arahnya. &#8220;Makanlah. Coklat dapat membuat perasaan kita lebih baik.&#8221;</p>
<p>Dia terpaku memandang kue tart itu.</p>
<p>Aku tersenyum pamit, berdiri, dan berbalik untuk pergi.</p>
<p>&#8220;Hei&#8230;&#8221;</p>
<p>Aku berhenti dan menoleh. Ragu-ragu dia bertanya, &#8220;Siapa.. namamu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ale.&#8221;</p>
<p>Dia tersenyum untuk pertama kalinya. Ada sinar di wajahnya ketika dia tersenyum.<em> Perempuan memang paling cantik jika tersenyum.</em></p>
<p>&#8220;Terima kasih, Ale. Aku Hanum.&#8221;</p>
<p>Kubalas dengan senyuman juga. &#8220;Sama-sama. Kamu tahu, Hanum? Lelaki yang kamu cintai itu&#8230;Ah, iya, siapa namanya <em>by the way</em>?&#8221;</p>
<p>&#8220;Bayu..&#8221;</p>
<p>Deg!</p>
<p>&#8220;Bayu?&#8221; ulangku, menatapnya tak percaya.</p>
<p><em>What a coincidence. </em></p>
<p>Bayu. Nama yang sama dengan lelaki yang sangat dicintai Biyan. Nama yang sama dengan yang selalu Biyan igaukan di sela-sela tidurnya jika dia tertidur di sampingku. Nama yang sama yang terpampang di nisan dan selalu ditatapi Biyan sedemikian rupa.</p>
<p>Ah, betapa para lelaki yang bernama Bayu ini luar biasa, sampai dicintai sedemikian rupa oleh perempuan-perempuan ini.<em><br />
</em></p>
<p>&#8220;Kenapa?&#8221; pertanyaannya membuyarkan lamunanku.</p>
<p>Aku tertawa. Kupandangi wajah polos di depanku itu. Ah, tidak perlu kuberitahu tentang <em>nama-yang-kebetulan-sama</em> itu. Aku tak ingin melihat wajah cantiknya berkubang dalam kesedihan lagi.</p>
<p>&#8220;Tidak apa-apa. Bayu-mu pasti lelaki yang sangat beruntung, dan aku yakin dia pasti sedang mencarimu sekarang. <em>Goodluck </em>untuk kalian berdua!&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>You too.</em> Semoga sahabatmu segera sadar ada lelaki luar biasa sepertimu yang mencintainya sedalam itu.&#8221;</p>
<p>Aku tersenyum dan mengamini dalam hati.<em></em></p>
<p><em>Semoga.</em></p>
<p>***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>*ditulis dalam rangka #FFBerantai dengan scene #CoffeeShop</em></p>
<p>*fiksi ini lanjutan dari fiksi <a href="http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/15/jadilah-milikku-mau/" target="_blank"><em>Jadilah Milikku, Mau?</em></a> ; <a href="http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/13/dag-dig-dug/" target="_blank"><em>Dag Dig Dug</em></a> ; dan cerpen 4 Juni di buku #ber2belas</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hildanurina.wordpress.com/998/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hildanurina.wordpress.com/998/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hildanurina.wordpress.com/998/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hildanurina.wordpress.com/998/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hildanurina.wordpress.com/998/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hildanurina.wordpress.com/998/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hildanurina.wordpress.com/998/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hildanurina.wordpress.com/998/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hildanurina.wordpress.com/998/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hildanurina.wordpress.com/998/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hildanurina.wordpress.com/998/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hildanurina.wordpress.com/998/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hildanurina.wordpress.com/998/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hildanurina.wordpress.com/998/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hildanurina.wordpress.com&amp;blog=7412377&amp;post=998&amp;subd=hildanurina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hildanurina.wordpress.com/2012/02/02/the-strangers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7073cf549abdf18439e9f4ef75b5176a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hildabika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/02/635386_7q957fhvvu_large.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">635386_7q957fhvvu_large</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Coffee Shop</title>
		<link>http://hildanurina.wordpress.com/2012/02/01/coffee-shop/</link>
		<comments>http://hildanurina.wordpress.com/2012/02/01/coffee-shop/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 10:35:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hildabika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hildanurina.wordpress.com/?p=985</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#8220;Mau minum yang dingin-dingin?&#8221; Kamu mengerling ke arah coffee shop yang tak jauh dari kita. Aku mengangguk. Tak tahu harus bagaimana lagi. Sepertinya ide minum Iced Caramel Frappuccino bisa mendinginkan kepalaku. Terutama setelah rombongan teman-temanku meninggalkanku berdua denganmu. Setelah insiden gila-tapi-romantismu itu kepadaku. Setelah duduk di salah satu sofa di coffee shop itu, kuedarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hildanurina.wordpress.com&amp;blog=7412377&amp;post=985&amp;subd=hildanurina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_986" class="wp-caption alignnone" style="width: 442px"><a href="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/02/coffee-shop.jpg"><img class=" wp-image-986" title="coffee shop" src="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/02/coffee-shop.jpg?w=432&#038;h=292" alt="" width="432" height="292" /></a><p class="wp-caption-text">.weheartit.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Mau minum yang dingin-dingin?&#8221;</p>
<p>Kamu mengerling ke arah <em>coffee shop</em> yang tak jauh dari kita. Aku mengangguk. Tak tahu harus bagaimana lagi. Sepertinya ide minum <em>Iced Caramel Frappuccino</em> bisa mendinginkan kepalaku. Terutama setelah rombongan teman-temanku meninggalkanku berdua denganmu. Setelah insiden gila-tapi-romantismu itu kepadaku.</p>
<p>Setelah duduk di salah satu sofa di <em>coffee shop</em> itu, kuedarkan pandang keliling <em>coffee shop</em>. Siapa tahu ternyata teman-temanku ternyata ada di situ. Untunglah tak nampak satu pun hidung teman-temanku di situ.</p>
<p>Ada sepasang kekasih di dekat jendela. Lelaki tampan berkaos biru dan perempuan manis dengan rok kuning. Yang satu asyik mengguratkan sesuatu di kertasnya. Yang lain tenggelam dengan buku. Beberapa saat kemudian, kulihat si tampan mengecup punggung tangan si manis. <em>Aih, manisnya mereka.</em></p>
<p>Kemudian di salah satu meja, pasangan lain sedang seru bercerita, ransel di kaki meja mereka dan berbagai barang terserak di meja mereka. Sepertinya mereka akan pergi bersama ke suatu tempat.<em> Ah, mengingatkanku akan rencana liburan kita yang tertunda.</em></p>
<p>&#8220;Pengin kayak mereka?&#8221;</p>
<p>Aku menoleh, kamu mengedik ke arah pasangan dengan ransel itu. Ternyata sedari tadi aku membisu mengamati sekelilingku tanpa menyadari kamu memperhatikanku.</p>
<p>&#8220;Memang bisa?&#8221; tanyaku skeptis. Kamu tak pernah bisa cuti dari liputanmu. Kamu bahkan membatalkan trip kita ke Bangkok hanya karena ada liputan perhelatan basket terbesar se-Indonesia yang tidak bisa kamu tinggalkan itu. Belum lagi jadwal pekerjaanku yang juga gila-gilaan. <em>Kita selalu gagal mengatur janji bertemu.</em></p>
<p>Kamu menghela napas. &#8220;Buktinya aku sekarang bisa cuti menemui di sini?&#8221;</p>
<p>Kamu menatapku dalam-dalam. Aku mengalihkan pandang ke arah lain. Tak sanggup menatap matamu. Di seberang meja, ada dua wanita cantik yang sedang mengobrol serius. Bulir air mata menghias wajah mulus wanita yang berjilbab.</p>
<p>Diam-diam hatiku menangis seperti wanita itu. <em>Bisakah hubungan ini terus berjalan?</em></p>
<p>Kamu dengan kesibukanmu, aku dengan kesibukanku. Kamu di Jakarta. Aku di Surabaya. Bahkan untuk bertemu pun, kita harus mengambil titik tengah Jogja.</p>
<p>Selama beberapa saat, aku dan kamu membisu. Membuat kita seperti pasangan manis yang saling berdiam diri di dekat jendela itu. Sama-sama hening.</p>
<p>Tapi ini keheningan yang berbeda. Ada ribuan tanda tanya dan rasa khawatir di benakku.</p>
<p>Kamu memecah keheningan dan mengacak rambutku. &#8220;Hei, bukankah kamu yang bilang. Meskipun raga kita berjarak, namun hati kita selalu bersama? Hatiku dan hatimu&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;&#8230;tak berjarak.&#8221; sambungku. Mau tak mau aku tersenyum. Kamu masih ingat kata-kataku.</p>
<p><em>Hatiku dan hatimu. Tak berjarak.</em></p>
<p>Entah waktu sudah berjalan berapa lama hingga pasangan yang membawa ransel tadi pergi dengan bergandengan tangan melewati kita. Senyum bahagia terpancar di wajah mereka berdua. Ah, betapa irinya aku akan kebersamaan itu.</p>
<p>Kurasakan tanganmu menggenggam tanganku. Hangat.</p>
<p>&#8220;Suatu saat nanti. Pasti. Aku dan kamu akan selalu bersama. Kita akan pergi kemanapun yang kamu mau. Berdua saja.&#8221;</p>
<p>Kuhela napas panjang. &#8220;Suatu saat itu kapan?&#8221;</p>
<p>Kamu mempererat genggaman tanganmu. &#8220;Kamu percaya padaku, kan?&#8221;</p>
<p><em>Bodoh. Kamu sudah tahu jawabanku dengan pasti.</em> Selelah apapun aku akan hubungan jarak jauh ini, aku selalu percaya padamu. Kamu bahkan menepati janjimu, menemuiku di kota ini dan memberiku kejutan yang tak disangka-sangka itu.</p>
<p>Kutatap sekilas wanita yang tadi menangis, kini dia sudah tertawa bersama teman perempuannya. Mereka bersinar. Kualihkan pandangan lagi ke pasangan di dekat jendela. Tertangkap mataku, si tampan mengecup kilat bibir si manis. <em>Mereka semua bahagia.</em></p>
<p>Lalu, aku kembali berpaling padamu. Kutatap matamu. Ada kesungguhan dan ketulusan yang terpancar di situ.</p>
<p><em>Hmmm, percaya padamu?</em></p>
<p>Aku tersenyum dan menjawab,</p>
<p>&#8220;Selalu.&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>*ditulis karena terinspirasi dari fiksi-fiksi keren yang saling menyambung milik <a href="http://aditiayudis.wordpress.com/2012/01/31/penggemar-nomor-satu/" target="_blank">@adit_adit</a>, <a href="http://firahaziz.wordpress.com/2012/01/31/surat-untuk-tuan-arsitek/" target="_blank">@firah_39</a>, <a href="http://wangisusilo.wordpress.com/2012/02/01/jogja-ku/" target="_blank">@WangiMS</a>, <a href="http://ratnainapril.blogspot.com/2012/01/sudut-ketiga.html" target="_blank">@_raraa</a></em> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>*fiksi ini lanjutan dari fiksi <a href="http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/18/aku-benci-kamu-hari-ini/" target="_blank"><em>Aku Benci Kamu Hari Ini.</em></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hildanurina.wordpress.com/985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hildanurina.wordpress.com/985/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hildanurina.wordpress.com/985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hildanurina.wordpress.com/985/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hildanurina.wordpress.com/985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hildanurina.wordpress.com/985/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hildanurina.wordpress.com/985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hildanurina.wordpress.com/985/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hildanurina.wordpress.com/985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hildanurina.wordpress.com/985/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hildanurina.wordpress.com/985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hildanurina.wordpress.com/985/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hildanurina.wordpress.com/985/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hildanurina.wordpress.com/985/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hildanurina.wordpress.com&amp;blog=7412377&amp;post=985&amp;subd=hildanurina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hildanurina.wordpress.com/2012/02/01/coffee-shop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7073cf549abdf18439e9f4ef75b5176a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hildabika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/02/coffee-shop.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">coffee shop</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kopi Tubruk</title>
		<link>http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/28/kopi-tubruk/</link>
		<comments>http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/28/kopi-tubruk/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 18:50:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hildabika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[#15HariNgeblogFF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hildanurina.wordpress.com/?p=968</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Dua sendok kopi, satu sendok gula. Tuangkan air panas. Jadilah kopi tubruk yang akan menghangatkan badan sepanjang malam. Suaramu menggema di suatu tempat di bilik memori. Kupandangi air yang menetes dan mengalir di kaca jendela. Di luar sana, deras hujan memukul-mukul atap rumah mungil kita. Memoriku melayang pada suatu masa, di sudut favorit kita. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hildanurina.wordpress.com&amp;blog=7412377&amp;post=968&amp;subd=hildanurina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_969" class="wp-caption alignnone" style="width: 441px"><a href="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/01/tumblr_kzpkbbsd5s1qabup9o1_500_large.jpg"><img class=" wp-image-969" title="tumblr_kzpkbbSD5S1qabup9o1_500_large" src="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/01/tumblr_kzpkbbsd5s1qabup9o1_500_large.jpg?w=431&#038;h=317" alt="" width="431" height="317" /></a><p class="wp-caption-text">.weheartit.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Dua sendok kopi, satu sendok gula. Tuangkan air panas. Jadilah kopi tubruk yang akan menghangatkan badan sepanjang malam.</em></p>
<p>Suaramu menggema di suatu tempat di bilik memori. Kupandangi air yang menetes dan mengalir di kaca jendela. Di luar sana, deras hujan memukul-mukul atap rumah mungil kita.</p>
<p>Memoriku melayang pada suatu masa, di sudut favorit kita.</p>
<p>Kita akan duduk manis berdua. Bersandar di sofa dan berdekapan dengan nyaman. Menatap hujan yang mengguyur di luar sana.</p>
<p>Kamu menghirup kopimu sementara aku menyeduh tehku.</p>
<p><em>&#8220;Cobalah kopi ini,&#8221; bisikmu selalu.<br />
</em></p>
<p><em>&#8220;Pahit. Aku tak suka. Aku lebih suka teh yang manis.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Kamu sudah sangat manis, sayang. Minumlah yang pahit agar menyeimbangkan kadar gulamu.&#8221;</em></p>
<p><em>Aku tertawa.</em></p>
<p><em>&#8220;Kopi itu seperti hidup. Pahit tapi manis. Pahit tapi membuat kita kecanduan. Ingin merasakannya lagi dan lagi,&#8221; sambil mengatakan itu, matamu akan menerawang jauh entah kemana, sementara lenganmu mendekap hangat tubuhku.<br />
</em></p>
<p><em>Aku tersenyum memandangimu yang terlihat tampan dibalik kepulan asap kopi. Kamu sangat menikmati tiap detik dalam hidupmu seperti kamu menikmati tiap tetes kopimu.</em></p>
<p><em>&#8220;Aku menikmati kopi ini karena aku merasakan cinta di kopi ini, sayang. Kamu memang membenci kopi. Tapi, kamu selalu menyeduh kopi ini dengan penuh cinta untukku.&#8221;</em></p>
<p><em>Begitulah kamu berkata, seakan kamu dapat membaca pikiranku. Kamu tersenyum dan mengedip padaku. Kemudian kamu mengecupku. Lama dan hangat. </em></p>
<p><em>Rasa kopi, kataku. Rasa cinta, katamu.<br />
</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kopi tubruk. Hujan. Kamu.</p>
<p>Rindu menguar dari secangkir kopi tubruk di tanganku. Menusuk-nusuk setiap saraf dalam aliran darahku.</p>
<p>Rintik hujan masih menetes dan mengalir deras di kaca jendela, sama derasnya dengan air di pipiku.</p>
<p><em>&#8220;Kok kamu sekarang jadi suka kopi, sayang? Bukannya benci?&#8221; </em></p>
<p>Aku membayangkan kamu akan bertanya begitu dengan wajah tampanmu. Alis matamu akan naik separuh dengan penuh selidik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tahukah kamu mengapa kini aku menjadi pecandu kopi tubruk?</p>
<p>Karena, di antara wangi kopi yang menguar ini, aku menghirup wangimu.</p>
<p>Di antara rasa kuat kopi yang aku cecap ini, aku merasakanmu.</p>
<p>Dengan menghirup kopi tubruk favoritmu, aku dapat merasakan kehadiranmu.</p>
<p>Merasakan kembali kehadiranmu yang telah pergi selamanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Kamu. Di antara kepulan asap kopi. Memelukku mesra. Mendekapku hangat.</em></p>
<p><em>Melalui kopi tubruk favoritmu,</em></p>
<p><em>aku dapat merasakanmu ada.</em></p>
<p><em>***</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>*ditulis untuk FF dadakan yang diadakan oleh masmin #15HariNgeblogFF @momo_DM dengan judul &#8220;Kopi Tubruk.&#8221; </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hildanurina.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hildanurina.wordpress.com/968/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hildanurina.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hildanurina.wordpress.com/968/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hildanurina.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hildanurina.wordpress.com/968/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hildanurina.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hildanurina.wordpress.com/968/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hildanurina.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hildanurina.wordpress.com/968/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hildanurina.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hildanurina.wordpress.com/968/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hildanurina.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hildanurina.wordpress.com/968/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hildanurina.wordpress.com&amp;blog=7412377&amp;post=968&amp;subd=hildanurina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/28/kopi-tubruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7073cf549abdf18439e9f4ef75b5176a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hildabika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/01/tumblr_kzpkbbsd5s1qabup9o1_500_large.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tumblr_kzpkbbSD5S1qabup9o1_500_large</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Soto Koya</title>
		<link>http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/27/soto-koya/</link>
		<comments>http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/27/soto-koya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 11:08:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hildabika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[#15HariNgeblogFF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hildanurina.wordpress.com/?p=959</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#8220;Kamu suka banget sama soto ya?&#8221; Aku bertanya heran, melihatmu makan dengan lahap. Satu mangkok sudah tandas, kini mangkok kedua sudah separuh jalan kamu lahap. Aku juga sudah menghabiskan satu mangkok sih. Tapi itu saja sudah lebih dari cukup untukku. Kamu mengelap mulutmu yang penuh dengan minyak soto memakai tisu sebelum menjawab, &#8220;Bukan, aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hildanurina.wordpress.com&amp;blog=7412377&amp;post=959&amp;subd=hildanurina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_962" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/01/tumblr_louzg2jzzq1qdpsx9o1_500_large.jpg"><img class="size-full wp-image-962" title="tumblr_louzg2JzZq1qdpsx9o1_500_large" src="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/01/tumblr_louzg2jzzq1qdpsx9o1_500_large.jpg?w=645" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">.weheartit.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kamu suka banget sama soto ya?&#8221;</p>
<p>Aku bertanya heran, melihatmu makan dengan lahap. Satu mangkok sudah tandas, kini mangkok kedua sudah separuh jalan kamu lahap. Aku juga sudah menghabiskan satu mangkok sih. Tapi itu saja sudah lebih dari cukup untukku.</p>
<p>Kamu mengelap mulutmu yang penuh dengan minyak soto memakai tisu sebelum menjawab,</p>
<p>&#8220;Bukan, aku suka banget sama kamu.&#8221;</p>
<p>Kontan aku tertawa dan meninju bahumu dengan bercanda, &#8220;Gombal!!&#8221;</p>
<p>Kamu ikut tertawa, &#8220;Beneran!&#8221; kedipmu sambil menuang koya banyak-banyak ke mangkukmu dan melanjutkan makan dengan lahap.</p>
<p>&#8220;Dan kamu suka banget sama koya. Sampai sotomu kayak bubur begitu kebanyakan koya,&#8221; ledekku.</p>
<p>Peluh bercucuran di sekitar rambut hitammu yang cepak rapi. Membuatku ingin mengambil tisu dan mengelapnya untukmu.</p>
<p>&#8220;Soalnya, makan soto kalau nggak pakai koya tuh kayak makan sayur tanpa garam. Hambar!&#8221; Kamu menyeruput es teh manis, &#8220;&#8230;dan soto tanpa koya itu kayak hidupku tanpa kamu. Hambar!&#8221;</p>
<p>Mau tak mau aku tertawa lagi. &#8220;Gombal banget sih kamu!&#8221;</p>
<p>&#8220;Biar gombal-gombal gini, kamu cinta kan?&#8221; cengiran lebar terpampang di wajahmu.</p>
<p>Kucubit perutmu. Gemas. Aku selalu kalah kalau adu gombal denganmu.</p>
<p>&#8220;Oh, makanya kamu selalu beli soto di warung ini, soalnya koyanya gratis. Boleh ambil sebanyak-banyaknya. Tapi kasihan ibu warungnya, pasti bangkrut gara-gara kamu.&#8221;</p>
<p>Kamu terdiam sejenak, kemudian menoleh ke arahku. &#8220;Kalau di kamu, aku mintanya cinta. Sebanyak-banyaknya. Boleh?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu tuh ya!&#8221;</p>
<p>Sambil tertawa, kamu berhasil menghindar, sebelum aku mencubit perutmu lagi.</p>
<p>&#8220;Eh, kamu nggak nambah nih?&#8221; tawarmu.</p>
<p>&#8220;Enggak. Soalnya liat kamu aja aku udah kenyang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hahaha. Bales gombal nih yee.. Emangnya aku soto? Bikin kenyang.&#8221;</p>
<p>Aku mencibir. &#8220;Abisnya kamu duluan yang nyamain aku sama koya.&#8221;</p>
<p>Kemudian, kamu tiba-tiba terdiam. Membuatku menatapmu dengan heran.</p>
<p>Masih di siang yang terik ini, di Warung Soto langgananmu, dengan peluh bercucuran di dahi, kamu menatapku serius, meletakkan sendokmu, dan menggenggam kedua tanganku.</p>
<p>&#8220;Jadilah koya-ku selamanya. Mau?&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>*ditulis untuk FF #15HariNgeblogFF dadakan yang diadakan oleh Unge @wangims dengan judul &#8220;Soto Koya.&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hildanurina.wordpress.com/959/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hildanurina.wordpress.com/959/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hildanurina.wordpress.com/959/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hildanurina.wordpress.com/959/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hildanurina.wordpress.com/959/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hildanurina.wordpress.com/959/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hildanurina.wordpress.com/959/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hildanurina.wordpress.com/959/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hildanurina.wordpress.com/959/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hildanurina.wordpress.com/959/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hildanurina.wordpress.com/959/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hildanurina.wordpress.com/959/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hildanurina.wordpress.com/959/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hildanurina.wordpress.com/959/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hildanurina.wordpress.com&amp;blog=7412377&amp;post=959&amp;subd=hildanurina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/27/soto-koya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7073cf549abdf18439e9f4ef75b5176a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hildabika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/01/tumblr_louzg2jzzq1qdpsx9o1_500_large.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tumblr_louzg2JzZq1qdpsx9o1_500_large</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>15 Hari Penuh Candu</title>
		<link>http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/27/15-hari-penuh-candu/</link>
		<comments>http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/27/15-hari-penuh-candu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 04:50:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hildabika</dc:creator>
				<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[#15HariNgeblogFF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hildanurina.wordpress.com/?p=948</guid>
		<description><![CDATA[&#160; If I don&#8217;t write to empty my mind, I go mad.  ~Lord Byron (a British poet). &#160; Waktu pertama saya lihat launching #15HariNgeblogFF di timeline-nya @wangims dan @momo_dm , Tadinya saya mikir, bisa nggak ya saya ikut tantangan menulis Flash Fiction setiap hari dalam 15 hari berturut-turut? Secara saya juga harus mengerjakan tugas dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hildanurina.wordpress.com&amp;blog=7412377&amp;post=948&amp;subd=hildanurina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_949" class="wp-caption alignnone" style="width: 461px"><a href="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/01/1229095481_5_eoh4_large_large.jpeg"><img class=" wp-image-949" title="1229095481_5_eOH4_large_large" src="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/01/1229095481_5_eoh4_large_large.jpeg?w=451&#038;h=355" alt="" width="451" height="355" /></a><p class="wp-caption-text">.weheartit.</p></div>
<blockquote><p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family:georgia,bookman old style,palatino linotype,book antiqua,palatino,trebuchet ms,helvetica,garamond,sans-serif,arial,verdana,avante garde,century gothic,comic sans ms,times,times new roman,serif;">If I don&#8217;t write to empty my mind, I go mad.  </span></p>
<p><span style="font-family:georgia,bookman old style,palatino linotype,book antiqua,palatino,trebuchet ms,helvetica,garamond,sans-serif,arial,verdana,avante garde,century gothic,comic sans ms,times,times new roman,serif;">~Lord Byron (a British poet).</span></p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>Waktu pertama saya lihat launching <a title="#15HariNgeblogFF" href="http://celotehwangi.wordpress.com/15haringeblogff/" target="_blank"><em>#15HariNgeblogFF</em></a> di timeline-nya @wangims dan @momo_dm , Tadinya saya mikir, bisa nggak ya saya ikut tantangan menulis <em>Flash Fiction</em> setiap hari dalam 15 hari berturut-turut? Secara saya juga harus mengerjakan <em></em>tugas dari kantor, ini-itu, <em>and so on. </em>Bisa nggak ya?<em><br />
</em></p>
<p>Tapi, saya pikir, asyik juga nih kayaknya menulis dengan judul yang sudah ditentukan. Iya, judul. Bukan tema.</p>
<p>Dan ini pasti akan menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bisa menyembuhkan <em>blogger&#8217;s block</em> yang saya alami (iya, ngaku, saya angin-anginan kalau nulis blog).</p>
<p>Akhirnya saya memutuskan untuk ikut hari pertama dengan judul &#8220;Halo, Siapa Namamu?&#8221;</p>
<p>Dan ternyata&#8230; #15HariNgeblogFF itu candu!</p>
<p>Saya kecanduan untuk menulis, menulis, dan menulis lagi setiap harinya.</p>
<p>Belum lagi kalau membaca komentar-komentar atau mendapat &#8216;like&#8217; dari blogger-blogger lain. Wuih, rasanyaaa! Saya terpacu untuk menulis dan menulis lagi. Saya kecanduan #15HariNgeblogFF !</p>
<p>Jika pagi sampai malam saya ada event, maka saya menulis dini hari setelah judulnya dilaunching oleh Unge dan Momo.</p>
<p>Iya, walaupun mata sudah mengantuk, tapi saya kecanduan menulis. Saya tidak bisa tidur sebelum saya menghasilkan FF itu.</p>
<p>Bahkan selama #15HariNgeblogFF , ada beberapa FF yang saya buat berseri dan saling menyambung dengan POV yang berbeda. Saking asyiknya saya menulis.</p>
<p>Ada juga yang ditulis <em>based on true story</em> pengalaman saya pribadi *malah curcol* hihihi. Ada juga yang saya tulis sebagai keinginan dan harapan bahwa akhirnya saya akan berakhir bahagia seperti itu :&#8217;)</p>
<p>Inilah hasil dari 15 hari penuh candu itu &gt;&gt; <em><a title="Kumpulan FF" href="http://hildanurina.wordpress.com/tag/15haringeblogff/" target="_blank">kumpulan FF</a>.</em></p>
<p>Akhir kata, saya mengucapkan banyak terima kasih pada pencetus #15HariNgeblogFF ini @wangims dan @momo_dm *peluk semuanya*</p>
<p>Kalian berdua HEBAT! Terima kasih atas kerja keras kalian menshare link-link blog kami *<em>standing applause</em>*</p>
<p>Berkat judul-judul unik dari #15HariNgeblogFF lah, tulisan saya jadi bervariasi. Tak melulu manis atau romantis tragis, tapi ada juga yang konyol maupun sadis. Ahahaha. *puas* *peluk unge dan momo lagi*</p>
<p>Saya doakan kalian berdua lancar jodoh, lancar rezeki, dsb karena telah membuat banyak orang senang <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Terima kasih banyak juga pada semua blogger yang telah memberikan komentar dan <em>like</em> di postingan saya. Terima kasih banyak telah membaca tulisan saya dan menyukainya *peluk semuanya* *elap airmata* *terharu*</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Unge dan Momo, saya akan merindukan 15 hari penuh candu itu.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Warm Regards,</p>
<p><a title="@hildabika" href="https://twitter.com/#!/hildabika" target="_blank"><em>@hildabika</em></a></p>
<blockquote><p>&nbsp;</p>
<p><em><span style="font-family:georgia,bookman old style,palatino linotype,book antiqua,palatino,trebuchet ms,helvetica,garamond,sans-serif,arial,verdana,avante garde,century gothic,comic sans ms,times,times new roman,serif;">And by the way, everything in life is writable about if you have the outgoing guts to do it, and the imagination to improvise.</span></em></p>
<p><em><span style="font-family:georgia,bookman old style,palatino linotype,book antiqua,palatino,trebuchet ms,helvetica,garamond,sans-serif,arial,verdana,avante garde,century gothic,comic sans ms,times,times new roman,serif;">~Sylvia Plath, an American Poet &amp; Novelist.<br />
</span></em></p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hildanurina.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hildanurina.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hildanurina.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hildanurina.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hildanurina.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hildanurina.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hildanurina.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hildanurina.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hildanurina.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hildanurina.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hildanurina.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hildanurina.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hildanurina.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hildanurina.wordpress.com/948/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hildanurina.wordpress.com&amp;blog=7412377&amp;post=948&amp;subd=hildanurina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/27/15-hari-penuh-candu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7073cf549abdf18439e9f4ef75b5176a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hildabika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/01/1229095481_5_eoh4_large_large.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">1229095481_5_eOH4_large_large</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menikahlah Denganku</title>
		<link>http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/26/menikahlah-denganku/</link>
		<comments>http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/26/menikahlah-denganku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 14:49:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hildabika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[#15HariNgeblogFF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hildanurina.wordpress.com/?p=931</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#8220;Aku parah ya?&#8221; Pertanyaanmu membuatku menoleh ke belakang. Agak tinggi di undakan pasir di belakangku, kamu sedang berbaring menatap langit. Menerawang jauh dengan tatapan sedih karena putus untuk ke-entah-berapa-kali dengan entah-ke-berapa-lelaki. Rambut panjangmu menjuntai di tepian undakan pasir itu. &#8220;Parah?&#8221; Aku mendekat dan bersandar pada undakan pasir itu. Menghadap ke lautan luas, berlawanan arah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hildanurina.wordpress.com&amp;blog=7412377&amp;post=931&amp;subd=hildanurina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_932" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/01/tumblr_llrq2qtwgv1qg75doo1_500_large.jpg"><img class="size-full wp-image-932" title="tumblr_llrq2qtWGV1qg75doo1_500_large" src="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/01/tumblr_llrq2qtwgv1qg75doo1_500_large.jpg?w=645" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">.weheartit.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Aku parah ya?&#8221;</p>
<p>Pertanyaanmu membuatku menoleh ke belakang. Agak tinggi di undakan pasir di belakangku, kamu sedang berbaring menatap langit. Menerawang jauh dengan tatapan sedih karena putus untuk ke-entah-berapa-kali dengan entah-ke-berapa-lelaki. Rambut panjangmu menjuntai di tepian undakan pasir itu.</p>
<p>&#8220;Parah?&#8221;</p>
<p>Aku mendekat dan bersandar pada undakan pasir itu. Menghadap ke lautan luas, berlawanan arah denganmu.</p>
<p>&#8220;<em>I&#8217;m a mess. Damsel in distress</em> yang nggak pernah ketolong sama pangeran manapun. Makanya aku nggak pernah bertahan pacaran dalam jangka waktu lama. Nggak ada yang cocok,&#8221; kamu menggerutu panjang lebar.</p>
<p>Aku tertawa.</p>
<p>&#8220;Kamu kan cowok. Menurutmu, aku cewek yang kayak gimana?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu? Hmmm&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Jawab yang jujur! Kamu kan sahabatku. Harus jujur!&#8221; tuntutmu.</p>
<p>Aku terdiam sejenak memikirkan semua tingkahmu.</p>
<p>&#8220;Hmmm.. Kamu memang cewek yang parah. Suka bertindak sesukamu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu jujur banget ih!&#8221;</p>
<p>&#8220;Katanya suruh jujur?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya sih&#8230; Hmm&#8230; Ya udah, lanjut!&#8221;</p>
<p>&#8220;Makanmu banyak banget. Aku aja kalah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Makanan enak nggak boleh ditolak!&#8221;</p>
<p>&#8220;Nggak bisa masak.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa gunanya kamu yang pinter masak?&#8221;</p>
<p>&#8220;Lebih suka beli buku ketimbang beli <em>make-up.</em>&#8220;</p>
<p>&#8220;Aku bahkan nggak bisa pakai <em>eyeliner</em>!&#8221; kamu mengaku sambil terkikik geli.</p>
<p>&#8220;Keras kepala. Bandel. Nggak mau nurut nasehat orang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Makanya kuliahku nggak beres-beres ya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Petualang. Spontan. Nekat pergi sendirian kemanapun kamu mau meskipun nggak ada yang nemenin.&#8221;</p>
<p>&#8220;Eh iya ya&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Nggak bisa bangun pagi kalau nggak dibangunin.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu bener-bener tahu semua tentang aku ya! Hihihi&#8230;&#8221; Kamu tertawa geli.</p>
<p>&#8220;Lebih memilih begadang menulis ketimbang tidur.&#8221;</p>
<p>&#8220;Nulis asyik sih!&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau ketawa, ngakaknya kedengeran sampe ke ujung gang.&#8221;</p>
<p>Kamu mengikik lagi.</p>
<p>&#8220;Pokoknya kamu cewek paling parah yang aku pernah kenal.&#8221;</p>
<p>&#8220;Parah banget ya aku?&#8221;</p>
<p>Aku berbalik menghadapmu, mendekat ke kepalamu. Menatapmu dalam-dalam.</p>
<p>&#8220;Oleh karena itu, menikahlah denganku.&#8221;</p>
<p>Kamu tersentak, mendongak menatapku yang berada di atas kepalamu.</p>
<p>&#8220;Apa?&#8221;</p>
<p>Aku mendekat ke wajahmu hingga jarak hidung kita hanya beberapa senti.</p>
<p>&#8220;Kamu memang parah. Tapi aku lebih parah lagi, karena tak bisa berhenti mencintaimu yang parah ini.&#8221;</p>
<p>&#8220;&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Menikahlah denganku. Mau?&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em></em><em>*FF terakhir dalam rangka #15HariNgeblogFF hari terakhir. Oh iya, nanti testimoninya saya posting di post setelah ini ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hildanurina.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hildanurina.wordpress.com/931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hildanurina.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hildanurina.wordpress.com/931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hildanurina.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hildanurina.wordpress.com/931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hildanurina.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hildanurina.wordpress.com/931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hildanurina.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hildanurina.wordpress.com/931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hildanurina.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hildanurina.wordpress.com/931/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hildanurina.wordpress.com/931/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hildanurina.wordpress.com/931/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hildanurina.wordpress.com&amp;blog=7412377&amp;post=931&amp;subd=hildanurina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/26/menikahlah-denganku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7073cf549abdf18439e9f4ef75b5176a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hildabika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/01/tumblr_llrq2qtwgv1qg75doo1_500_large.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tumblr_llrq2qtWGV1qg75doo1_500_large</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sah</title>
		<link>http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/26/sah/</link>
		<comments>http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/26/sah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 09:35:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hildabika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[#15HariNgeblogFF]]></category>
		<category><![CDATA[#KisahLangitBiruBintang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hildanurina.wordpress.com/?p=913</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; &#8220;Aku selalu jatuh hati pada kerlip bintang&#8230;&#8221; Kamu berkata pelan sambil menatap langit cerah yang penuh bintang, beberapa saat setelah kuambil alih tanganmu yang sedang berdansa dengan ayahku &#8212; yang kini sudah resmi menjadi mertuamu. Kemudian, kita berdansa pelan mengikuti alunan lagu &#8220;Can&#8217;t Help Falling in Love&#8221; milik Richard Marx yang diputar di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hildanurina.wordpress.com&amp;blog=7412377&amp;post=913&amp;subd=hildanurina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_915" class="wp-caption alignnone" style="width: 345px"><a href="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/01/dance.jpg"><img class=" wp-image-915" title="dance" src="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/01/dance.jpg?w=335&#038;h=446" alt="" width="335" height="446" /></a><p class="wp-caption-text">.weheartit.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Aku selalu jatuh hati pada kerlip bintang&#8230;&#8221;</p>
<p>Kamu berkata pelan sambil menatap langit cerah yang penuh bintang, beberapa saat setelah kuambil alih tanganmu yang sedang berdansa dengan ayahku &#8212; yang kini sudah resmi menjadi mertuamu.</p>
<p>Kemudian, kita berdansa pelan mengikuti alunan lagu <em>&#8220;Can&#8217;t Help Falling in Love&#8221;</em> milik Richard Marx yang diputar di pesta pernikahan ini.</p>
<p>Begitu lenganku memeluk pinggangku dan tanganmu menyentuh bahuku, mendadak, bagiku hanya ada aku dan kamu. Semua tamu pesta yang berdansa di sekeliling kita tak lebih dari sekedar bayangan semu.</p>
<p>&#8220;Berarti kamu selalu jatuh hati padaku?&#8221; godaku.</p>
<p>Kamu tertawa lepas, menyajikan pemandangan yang bagiku lebih indah dari ribuan bintang di langit sana.</p>
<p>Gaun cantikmu berdesir seiring gerakan kita. Kupererat lenganku dipinggangmu hingga tubuh kita berpelukan. Kamu menyandarkan kepalamu di bahuku.</p>
<p>&#8220;Aku mencintaimu, Langit&#8230;&#8221; bisikku di telingamu.</p>
<p>&#8220;Aku tahu,&#8221; balasmu tak kalah pelan. Ada getar di suaramu yang menusuk hatiku.</p>
<p><em>&#8230;</em></p>
<p>&#8230;</p>
<p>KIta terus berdansa, sebelum sebuah suara yang amat kukenal berkata padaku,</p>
<p>&#8220;Boleh aku pinjam perempuan cantik ini untuk berdansa denganku?&#8221;</p>
<p>Aku dan kamu sama-sama menoleh ke arah suara itu. Kita berdua sama-sama tertawa padanya.</p>
<p>Jantungku berdegup kencang ketika kuserahkan tanganmu untuk berdansa dengannya. Aku berkedip padanya, &#8220;Tentu saja boleh, dia kan istrimu, kakak.&#8221;</p>
<p>Aku memandangmu yang berdansa pelan dengannya. Kalian, orang yang paling kucintai di dunia ini.</p>
<p>Mata kita bertemu sekilas. Dapat kulihat mata beningmu berkaca-kaca.</p>
<p>Suara Richard Marx masih mengalun merdu, &#8220;<em>Shall I stay? &#8230;.Would it be a sin? &#8230;If I, i can&#8217;t help&#8230; falling in love with you&#8230;</em>&#8220;</p>
<p>Aku menelan ludah. Pahit.</p>
<p>Ah, kini kamu sudah sah menjadi kakak iparku.</p>
<p>Dan aku,<br />
<em></em></p>
<p><em>tetap tidak bisa menemukan cara untuk berhenti mencintaimu.</em></p>
<p>***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>*ditulis dalam rangka #15HariNgeblogFF hari ke-15 (hari terakhir) judul pertama &#8220;Sah.&#8221;</em></p>
<p><em>*kisah ini lanjutan dari <a title="&quot;Halo, Siapa Namamu?&quot;" href="http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/12/halo-siapa-namamu/" target="_blank">&#8220;Halo, Siapa Namamu?&#8221;</a> dan <a title="&quot;Langit Biru&quot;" href="http://hildanurina.wordpress.com/2011/10/15/langit-biru-2/" target="_blank">&#8220;Langit Biru.&#8221;</a></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hildanurina.wordpress.com/913/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hildanurina.wordpress.com/913/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hildanurina.wordpress.com/913/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hildanurina.wordpress.com/913/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hildanurina.wordpress.com/913/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hildanurina.wordpress.com/913/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hildanurina.wordpress.com/913/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hildanurina.wordpress.com/913/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hildanurina.wordpress.com/913/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hildanurina.wordpress.com/913/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hildanurina.wordpress.com/913/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hildanurina.wordpress.com/913/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hildanurina.wordpress.com/913/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hildanurina.wordpress.com/913/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hildanurina.wordpress.com&amp;blog=7412377&amp;post=913&amp;subd=hildanurina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/26/sah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7073cf549abdf18439e9f4ef75b5176a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hildabika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/01/dance.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dance</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ini Bukan Judul Terakhir</title>
		<link>http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/24/ini-bukan-judul-terakhir/</link>
		<comments>http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/24/ini-bukan-judul-terakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 19:33:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hildabika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[#15HariNgeblogFF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hildanurina.wordpress.com/?p=893</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#8220;Ini bukan judul terakhir, kan?&#8221; Setelah nada terakhir berdenting dari gitar akustikku, aku menoleh menatapmu. Kamu berbaring di sebelahku. Menatap langit-langit tenda dengan pandangan kosong. Kerlip warna-warni lampu di atas tenda tak ada artinya untukmu. Tenda mungil berkelambu merah jambu ini memang kudirikan khusus untukmu. Aku ingin mengenang saat kita kecil dulu, katamu. &#8220;Belum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hildanurina.wordpress.com&amp;blog=7412377&amp;post=893&amp;subd=hildanurina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_894" class="wp-caption alignnone" style="width: 438px"><a href="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/01/favim-com-29459_large.jpg"><img class=" wp-image-894" title="Favim.com-29459_large" src="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/01/favim-com-29459_large.jpg?w=428&#038;h=427" alt="" width="428" height="427" /></a><p class="wp-caption-text">.weheartit.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ini bukan judul terakhir, kan?&#8221;</p>
<p>Setelah nada terakhir berdenting dari gitar akustikku, aku menoleh menatapmu. Kamu berbaring di sebelahku. Menatap langit-langit tenda dengan pandangan kosong. Kerlip warna-warni lampu di atas tenda tak ada artinya untukmu.</p>
<p>Tenda mungil berkelambu merah jambu ini memang kudirikan khusus untukmu. <em>Aku ingin mengenang saat kita kecil dulu</em>, katamu.</p>
<p>&#8220;Belum ngantuk?&#8221;</p>
<p>Kamu menggeleng. Masih menatap hampa langit-langit tenda.</p>
<p>Sebenarnya jari-jariku sudah kebas, suaraku hampir serak, dan punggungku rasanya mau patah karena berjam-jam duduk di sini setelah seharian penuh bekerja.</p>
<p>Tapi aku tak mau kamu mengetahui lelahku itu.</p>
<p>Aku tertawa kecil, &#8220;Baiklah, kunyanyikan lagu lagi untukmu. Sekarang mau lagu apa? Atau mau kubacakan buku?&#8221;</p>
<p>&#8220;Lagu saja. Kemarin semalaman kamu sudah membacakan buku untukku.&#8221;</p>
<p>Jantungku mencelos menangkap getaran pilu dalam suaramu. Kutelan ludah. &#8220;Mau lagu apa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ini bukan lagu terakhir, kan?&#8221; ulangmu lagi. Kau terus menanyakan hal yang sama sejak lagu ketiga kumainkan tadi. Dan ini sudah lagu yang kesepuluh.</p>
<p>Kuraih tanganmu yang sedingin es, kugenggam erat-erat agar menghangat. &#8220;Aku tak akan kemana-mana. Kamu tak akan sendirian. Tidurlah.&#8221;</p>
<p>Akhirnya kamu menoleh ke arahku. Mencoba menatapku. Namun, tetap saja mata beningmu menatap kosong entah kemana.</p>
<p>Tak ada airmata di sana. Namun, aku yakin hatimu menangis terluka.</p>
<p>&#8220;Terima kasih,&#8221; bisikmu.</p>
<p>Melihat keadaanmu itu, susah payah aku menelan ludah, agar suaraku saat menyanyi tak bergetar pilu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Seasons are changing, and waves are crashing, and stars are falling all for us&#8230; Days grow longer and nights grow shorter, i can show you I&#8217;ll be the one&#8230;&#8221;</em></p>
<p>Belum lagi separuh lagu kumainkan, matamu sudah mulai menutup. <em>Tidurlah sayang&#8230;</em></p>
<p>Jangan pernah merasa sendirian. Jangan pernah merasa kesepian. Aku di sini.</p>
<p>Sebanyak apapun lagu akan aku nyanyikan, jika itu membuatmu tak kesepian.</p>
<p>Kalau kamu tak bisa membaca buku kesukaanmu, biar aku yang membacakannya untukmu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;I will never let you fall&#8230; I&#8217;ll stand up with you forever&#8230; I&#8217;ll be there for you through it all&#8230;&#8221;</em></p>
<p>Ini bukan judul terakhir. Masih akan ada puluhan ribu judul lagu dan buku yang aku nyanyikan dan bacakan untukmu.</p>
<p>Kamu tidak akan sendirian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Cause you&#8217;re my&#8230; you&#8217;re my true love, my whole heart&#8230; please don&#8217;t throw that away, cause I&#8217;m here for you&#8230;&#8221;</em></p>
<p>Kecelakaan itu memang merenggut pengelihatanmu, tapi tak mampu merenggut cintaku padamu.</p>
<p>Aku akan berusaha semampuku, bekerja keras dan menabung untuk mengembalikan penglihatanmu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;I will never let you fall&#8230; I&#8217;ll stand up with you forever&#8230; I&#8217;ll be there for you through it all&#8230;&#8221;</em></p>
<p>Suatu saat nanti, kamu akan kembali memandang langit biru.</p>
<p>Dan hingga saat itu tiba,</p>
<p><em>ijinkan aku menjadi penglihatanmu.</em></p>
<p>***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>*ditulis dalam rangka #15HariNgeblogFF Hari ke-14 dengan judul &#8220;Ini Bukan Judul Terakhir.&#8221;</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hildanurina.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hildanurina.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hildanurina.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hildanurina.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hildanurina.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hildanurina.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hildanurina.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hildanurina.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hildanurina.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hildanurina.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hildanurina.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hildanurina.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hildanurina.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hildanurina.wordpress.com/893/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hildanurina.wordpress.com&amp;blog=7412377&amp;post=893&amp;subd=hildanurina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hildanurina.wordpress.com/2012/01/24/ini-bukan-judul-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7073cf549abdf18439e9f4ef75b5176a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hildabika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hildanurina.files.wordpress.com/2012/01/favim-com-29459_large.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Favim.com-29459_large</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
