RSS

Tag Archives: #NovemberMenulisBlog

Tentang Pilihan

.weheartit.

.weheartit.

Life is about choices.

Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan wanita luar biasa, narasumber saya, Ainy Fauziyah.
Beliau adalah motivator wanita Indonesia. Beliau mengisi acara talkshow yang diselenggarakan oleh Tabloid Nova, tempat saya bekerja saat ini.
Saya beruntung sekali mendapatkan kesempatan untuk ngobrol banyak dengan beliau. Mulai dari masalah kehidupan, akademis, sampai masalah jodoh.

Beliau mengatakan pada saya, jika ada masalah, apapun masalah itu, hadapi saja.
Bisa kok. Kita pasti bisa.
Hidup ini adalah pilihan. Kita harus berani mempertanggungjawabkan semua pilihan kita. Apapun pilihan itu.

Menurut beliau, tidak ada pilihan yang salah. Karena, persepsi tiap orang berbeda. Salah di mata orang lain, belum tentu itu salah di mata kita.
Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi pilihan yang telah kita ambil.

Apakah menjadi baik atau buruk sebuah pilihan itu, tergantung dari cara kita menyikapinya.
Sudahkah kita memberikan yang terbaik? Bukan hanya bagi diri kita. Tapi juga bagi orang di sekitar kita. Orang-orang yang kita kasihi. Bahkan orang-orang yang tidak kita kenal.

Saya telah mengambil banyak keputusan di antara pilihan-pilihan di masa lalu. Keputusan-keputusan itulah yang menjadikan saya seperti saat ini.

Ya, saya akui, ada beberapa pilihan yang membuat saya sempat menyesali mengambil pilihan tersebut.
Tapi, seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, we can’t turn back time.

Kita tidak bisa memutar balik waktu.
Jadi, buat apa menyesalinya? Menyesalinya tidak akan mengubah apapun.
Sekali kita mengambil sebuah pilihan, kita harus siap dengan segala konsekuensinya. Jalani saja. Hadapi saja.

Kadang ada beberapa pilihan ‘now or never‘.
Kadang kita dihadapkan pada pilihan yang harus kita ambil saat itu juga. Take it or leave it.
Kadang kesempatan itu hanya datang sekali.
Jadi, kadang ada beberapa momen yang kita memang harus berani mengambil keputusan saat itu juga. Apapun resikonya.

Ya sudah. Ambil saja. Berani memilih. Lalu, lakukan yang terbaik untuk pilihan-pilihan yang kita ambil. Jangan lupa untuk berdoa pada yang kuasa. Do the best, and God will do the rest.

Mari membuat pilihan, ambil peluang yang ada, dan melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan.
Jangan pernah menyesali pilihan-pilihan tersebut. Lihat hikmah dibaliknya, lakukan yang terbaik.

Hidup cuma sekali. Mari kita nikmati.

Malang, 18 Nov 2011
Ditulis pukul duabelas sebelas sambil memandangi hujan deras
,
(hil)

 
2 Comments

Posted by on November 18, 2011 in life

 

Tags:

Tak Berjarak

.weheartit.

.weheartit.

 

Aku tak tahu pasti berapa ratus kilometer bentangan jarak antara kita.
Google menjawab sejauh 884 km, 674 km, 664 km, dan sebagainya.
Sejauh sekitar satu hari lebih perjalanan dengan mobil.
Sejauh sekitar satu malam perjalanan dengan kereta.
Sejauh sekitar satu jam lebih perjalanan dengan pesawat.

Minggu lalu aku terbang ke kotamu. Kau tak ada. Kau tahu betapa aku berjuang ke kotamu di sela-sela jadwal roadshow pekerjaanku yang menggila?
Minggu ini aku akan terbang ke kotamu lagi. Kau tetap tak ada, karena tidak bisa meninggalkan pelatihan di luar kota itu.

Aku, sedih luar biasa. Tapi tak apa. Sungguh tak apa. Aku mendukung semua yang kaulakukan, kau kerjakan. Aku senang kau meminta doaku, bahkan tanpa kau minta pun, aku akan selalu mendoakan.
Aku, akan selalu mendoakan.
Aku pun sedang mengejar impian.

Aku yakin, bila kita memang jodoh, kita akan bertemu. Suatu saat nanti, di waktu yang tepat.
Sekarang, aku hanya bisa menekan dan menyimpan rinduku rapat-rapat.

Ya. Aku tak tahu pasti berapa kilometer kita terpisah oleh bentangan jarak.
Tapi satu yang aku tahu pasti : Bila kita saling cinta, maka hati kita tak berjarak.
Hatiku dan hatimu. Tak berjarak.

ditulis dalam perjalanan panjang menuju Surabaya sepulang kerja dari Jogja,
(hil)

P.S: Aku. Rindu. Kamu.

 
Leave a comment

Posted by on November 15, 2011 in love

 

Tags:

Aku. Rindu. Ingin. Bertemu.

.weheartit.

 

Hai, kamu yang nun jauh di situ. Apa kabarmu? Lama tak bertemu.

Aku merindukanmu. Sangat merindukanmu.

Aku tahu ini kedengerannya gila, karena terakhir kali kita bertemu, kita bahkan masih berteman biasa.

Dan betapa sekarang segalanya berbeda. Setidaknya bagiku. Ada yang berbeda.

Rasa itu ada. Dan aku tak tahu apakah kau punya rasa yang sama.

Rasa yang sama, ketika jantungku melompat berdebar tiap kali mendapat bbm darimu.

Rasa yang sama, ketika aku mengingat tiap detail hal yang kau ceritakan.

Rasa yang sama, ketika aku melihat bulan, dan yang aku pikirkan adalah apakah kau di sana melihat bulan yang sama.

Aku tak tahu apakah rasa ini cinta. Aku benar-benar tak tahu.

Lantas, kalau ini bukan cinta, mengapa aku merindukanmu? Begitu rindu, hingga aku ingin terbang memelukmu.

 

Gila. Aku bahkan tak tahu apakah kau merasakan yang sama.

Yang jelas, aku rindu, hingga aku terkadang mengintip timeline-mu hanya sekedar untuk mengetahui aktivitasmu.

Aku dapat melihat bahwa kau tenggelam dalam kesibukanmu. Ingin rasanya aku mengecup dahimu dan memelukmu untuk sekedar memberimu suntikan semangat.

Aku dapat melihat bahwa terkadang kau tenggelam dalam duniamu. Tak apa. Aku akan selalu ada. Mungkin tak selalu berada nyata di dekatmu. Tapi aku ingin kau tahu bahwa aku selalu ada.

Tapi, bisakah kita? Ah, aku bahkan bukan siapa-siapamu ya?

 

Apakah kau merasakan yang sama? Ah, aku bisa gila menduga-duga.

Satu hal yang pasti : Aku. Rindu. Kamu.

 

Besok, aku akan terbang ke kotamu. Jauh-jauh ke kotamu. Dan ternyata kau sedang bertugas ke luar kota.

Ya Tuhan, tahukah kau betapa sedihnya aku?

Aku. Rindu. Ingin. Bertemu.

Lalu, kapan kita bisa bertemu?

Ah, ya sudahlah.

Aku yakin, jika kita memang jodoh, entah bagaimana pun caranya, kita pasti akan bertemu.

 

 

Dari yang merindukanmudengan malu-malu,

(hil)

 
3 Comments

Posted by on November 10, 2011 in love

 

Tags:

Merajut Mimpi

.weheartit.

 

Aku punya banyak impian. Yang kukumpulkan dan kurajut pelan-pelan.

Mulai dari yang nyata hingga yang serupa khayalan.

 

Aku ingin berguna bagi banyak orang dan mencipta kenangan. Menjadi penulis yang meninggalkan warisan berupa tulisan.

Dengan begitu namaku akan abadi hingga akhir zaman.

 

Suatu hari nanti, aku akan menulis tentangmu. Tentang kita.

Untuk kau baca di hari tua. Tertawa bersama anak cucu kita.

 

Aku juga ingin keliling dunia. Mencicipi budaya baru. Berkunjung ke tempat-tempat baru. Bersamamu.

Berjalan bergandengan tangan berdua di depan Eiffel. Duduk manis naik gondola di Venezia. Bermain salju di Korea. Atau meracik coklat di Belgia.

Mendaki gunung, mencicipi pantai indah tak terjamah, atau berkeliaran mengintip semua kekayaan alam Indonesia.

 

Aku juga ingin punya perpustakaan kecil milikku sendiri. Tempat kita membaca buku kesukaan kita masing-masing. Saling bersandar dengan nyaman.

Kalau kau tidak suka membaca buku, biar aku yang bercerita dan mendongeng untukmu. Atau, kita bisa bercinta di sela-sela rak buku itu.

 

Dan masih banyak lagi yang lainnya. Yang akan kuceritakan padamu nanti. Saat kita bersama nanti.

Tapi yang pasti, mimpi-mimpiku itu akan sempurna, bersamamu.

Sempurnaku, bersamamu.

 

Bagaimana denganmu? Apa saja mimpi-mimpimu?

Datanglah kemari. Mari berbagi mimpi.

Merajut mimpimu dan mimpiku.

Merajut mimpi kita.

Berdua.

 

 

Dariku, yang sabar menunggumu datang — siapapun nanti dirimu,

(hil)

 
Leave a comment

Posted by on November 9, 2011 in dream, love

 

Tags:

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.