Anger Management

kamu jahat!

pelangi, kamu jahat!

 

Tahu film Anger Management-nya Adam Sandler?

Kalau kalian belum nonton,

Berarti sama, saya juga belum nonton… Hihihi

 

Bukan, saya memang bukan mau membahas atau me-review filmnya

(tapi kayaknya nanti kalau ada waktu saya harus tonton filmnya)

Saya lagi pengin membahas “anger management”-nya

Ternyata berdasarkan teori, ada dua jenis cara yang salah untuk me-manage kemarahan:

Meledak ke luar dan ke dalam.

 

Nah, kalau meledak keluar kan jelas tuh, langsung meledak kayak bom

Kalau jenis yang kedua ini, dia memang sabar dan tidak pernah marah

Tapi tidak sehat karena tidak menyalurkan kemarahan dia dengan baik

Jadi dikhawatirkan bakal meledak sewaktu-waktu dan mengakibatkan efek yang lebih parah seperti MEMBUNUH, dan lain-lain. (Ebuset! Serem juga ya?)

 

Saya sendiri tidak tahu saya masuk golongan yang mana :p

Tapi dini hari buta ini saya merasa sangat marah, sedih, jengkel jadi satu karena seorang lelaki.

 

Akhirnya, saya jadi mikir, “Aduh, saya bisa meledak nih kalau menyimpan kemarahan ini berlarut-larut.”

Jadilah saya bertingkah agak aneh.

Saya emang agak aneh kalau lagi bete atau marah.

Saya bisa jadi gila *bukan dalam arti sebenarnya (?) * hahahaha

 

Saya masih penasaran bagaimana ya cara anger management (mengatur kemarahan) yang baik?

Saya sih biasanya menyalurkan kemarahan dengan:

Menulis

Makan

Menyanyi

Curhat

 

Tapi untuk kasus satu ini, saya masih marah, marah, dan marah… sampai detik ini.

 

Untungnya,

Ada seseorang lelaki lain *yang ganteng* *uhuk* *yang sangat baik hati* *uhuk lagi* yang setia menemani saya dini hari buta ini,

Dia mau nyanyi-nyanyi kayak orang mabuk :’)

Sampai ngiler <<– ini serius lho! *ngikik geli*

Sampai serak.

Sampai haus.

Ahahahaha

stay with me...

Stay with me…

 

Terima kasih ya, hei kamu 🙂

Terima kasih banyak sudah mau menemani dan menghibur saya 🙂

 

Oh iya, saya mendapat sebuah quotes  dari bapak super Mario Teguh :

“Hanya seorang yang pemarah yang bisa betul-betul bersabar.
Seseorang yang tidak bisa merasa marah, tidak bisa disebut penyabar; karena dia hanya tidak bisa marah.
Sedang seorang lagi yang sebetulnya merasa marah, tetapi mengelola kemarahannya untuk tetap berlaku baik dan adil adalah seseorang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar.”

Semoga saya bisa jadi orang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar.

Amiinn.

 

 

Try to love my day,

(hil)

Advertisements

One thought on “Anger Management

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s