bagaimana cara menghentikan belanja impulsif?

i'm just impulsive like Rebecca Bloomwood :(

i'm just impulsive like Rebecca Bloomwood 😦

tarik napas dalam-dalam hilda…

hembuskan…

tarik napas dalam-dalam lagi…

hembuskan…

tunggu!

saya bukannya sedang melahirkan lho!

but, i’m panic now! i’m broke! God! what the h*** i’m doin’????

just like the picture…

hiks… oke.. saya mengaku…

tiga hari yang lalu, saya belanja impulsif tanpa pikir panjang (untuk kesekian kalinya)…

dan hasilnya… TP saya lenyap dalam sekejap!

Gosh!! — i need to breath–

dan hasilnya… sekarang saya miskin dan punya setumpuk hutang (just like usual, hehehehe)

setelah saya pusing karena melihat saldo ATM yang menyedihkan dan isi dompet yang tak kalah menyedihkan, saya tersadar…

i need to change!

barusan saya googling dan menemukan kesimpulan:

belanja impulsif adalah perilaku yang tidak
dilakukan secara sengaja, dan kemungkinan besar melibatkan pula
berbagai macam motif yang tidak disadari, disertai perasaan
menyenangkan serta penuh gairah.

Dua karakteristik dari belanja
impulsif, yaitu tidak direncanakan dan adanya hasrat serta gairah yang
mengiringi.

Belanja impulsif akan berbeda dengan belanja karena kebiasaan
atau belanja karena terdesak oleh keterbatasan waktu.

Belanja impulsif dianggap sebagai perilaku belanja yang “irasional”,
karena meskipun menyadari sebelumnya akan adanya kemungkinan merasakan
penyesalan di kemudian hari tetapi orang tersebut tetap ngotot berbelanja.

….


gosh! i’m irrasional! and I really need to stop my bad habit!

How? bagaimana caranya?

Setelah saya pikir-pikir, kayaknya ada beberapa cara yang efektif bagi saya (c’mon! do this rite now hilda!!!)

  • Jangan belanja sendirian. Ini berlaku bagi saya. Karena, saat belanja sendirian, belanja saya sangat tidak terkontrol. Butuh teman (atau pacar :p) yang mengingatkan dan menghentikan saya. and the problem is… saya suka belanja sendirian! so? what can i do?
  • Pisahkan tabungan dengan ATM atau bikin deposito. Jadi, saya tidak bisa menarik uang saya. Aman bukan? Masalahnya adalah… gaji saya kan bukan puluhan juta. Lha kalau gaji saya masuk ke deposito? saya makan pakai apa? 😦
  • Jangan ke mall. Saran ini sepertinya paling aman, karena saya tidak akan tergiur atau lapar mata. tapi… (lagi-lagi) sangat tidak mungkin… karena saya mencari baju style di mall. dan biasanya… saya tergiur beli baju gara-gara cari baju style! jadi? bagaimana???
  • Perbesar Penghasilan. How??? Any device?

Gosh! what can i do??

cute jumpsuit Anna Sui

cute jumpsuit Anna Sui

see?

how can’t i ressist cute-little-dress??

hiks…

masa saya harus kayak Manohara? kawin sama pangeran kaya-raya dari negeri Kelantan?

hiks… huwaaaa 😦

dalam keadaan bangkrut,

(hil)

Advertisements

One thought on “bagaimana cara menghentikan belanja impulsif?

  1. Walahhh… percuma dong langkah2 diatas -.-

    Nih aku ada ADVICE–bukan device, hehehe…. alias saran dari buku 30 hari mengatur keuangan, dan aku merasa dapet banget manfaatnya 🙂 aku share disini ya..

    1. bikin catatan keuangan aja.. aku juga impulsif banget dalam belanja…

    begitu aku bikin catatan keuangan, mendadak aku jadi pelit dan pikir panjang sebelum beli sesuatu..

    simpel, tinggal bikin tabel:

    No | Pendapatan | Dari | Pengeluaran | Untuk | Saldo |
    Contoh:
    1 300.000 gaji 50.000 ksmetik 250.000

    KUNCInya: Pengeluaran harus lebih kecil (tidak boleh sama dengan) pendapatan

    2. Jangan lupa memberi ‘hadiah’ kecil buat diri sendiri (menghargai usaha ‘diet’ belanja sendiri) tiap bulannya, misalnya bulan Desember ini aku berhasil menahan pengeluaran, aku beli tas baru yang cantik (tapi tetap tidak menyalahi kunci catatan keuangan lho ya). Secara psikologis, ini me’reinforce’ atau menguatkan perilaku kita lho.

    3. Berhemat bukan berarti pelit sama sesama. Percayalah, pelit nggak akan menambah duit, malah menambah dosa. N duitmu memang nggak ‘keluar’ kalo pelit, tapi bakal surut lewat tempat lain. Tuhan Maha Adil!

    4. Menabung. Gak usah banyak-banyak, 1000 perhari aja udah bagus. Aneh memang, tapi anda akan merasa selalu cukup kalau punya tabungan. Percaya deh, aku udah praktek sendiri n rasanya emang gitu..

    5. Pikirkan dulu sebelum beli sesuatu. Penting nggak? Butuh nggak? kalau nggak berhasil, pikirkan “Seandainya aku beli barang ini, apa masih aku pakai setahun ke depan?” Kalau nggak, JANGAN BELI! Percuma kan kalau dibeli cuman buat pajangan di dalam lemari?

    6. Belanja sendiri dan bersama orang tu sebenarnya seperti pisau bermata dua lhoh..! Teman2 dan pacar bisa mengingatkan kita. Tapi mereka juga bisa saja memberi pengaruh buruk seperti: “Wah ni baju cocok buat kamu!” “Sayang, kamu cantik kalau pakai ini deh.” “Tas ini cocok sama gaun kamu yang kemaren..” “Eh, ni sepatu lucu bangeeet yaa…” Who knows? Anything’s possible!

    7. Tarik nafas dalam-dalam… dan GUNTING KARTU KREDIT ANDA!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s