…Habis Gelap Terbitlah Terang…

kamu senang = saya ikut senang

kamu senang = saya ikut senang

Habis gelap terbitlah terang

itu judul buku karangan Ibu Kita Kartini

tapi istilah itu berlaku buat saya dua hari yang lalu (23/06)

oke, postingan ini emang agak telat, soalnya, saya belum sempat bercerita dua hari yang lalu.

Alkisah…

dua hari yang lalu, saya mengalami Selasa sore yang sangat sial

begini, saya sudah keluar dari rumah sekitar pukul 15.oo WIB

baru jalan sebentar (ralat, bukan jalan, saya naik motor kok), saya baru ingat:

Gosh! VCD-yang-saya-pinjam-dan-harus-dikembalikan-hari-itu-karena-sudah-denda ketinggalan di kamar kos! baguuusss!!

Saya putar balik ke kos, padahal saya sudah sampai hampir separuh jalan menuju kantor

Nah, tempat peminjaman VCD saya itu kan di deket Pasar Keputran, kalau nggak salah, namanya jalan Urip Sumoharjo atau apa ya? entahlah, i just don’t recognize that!

Tiba-tiba, saya merasakan motor saya bergoyang-goyang (bukan, saya bukan lagi joget-joget di motor)

ban saya bocor!

sugar-Honey-Ice-Tea!!!

Benar-benar saat yang tepat! Disaat saya lagi cantik dan wangi-wanginya habis mandi, ban saya bocor dan saya harus ke tukang tambal ban terdekat (which is di deket pasar)

Hebatnya lagi, disana COWOK SEMUA saudara-saudara!

iya kalau cowok itu model kayak eksmud-eksmud ganteng

lah ini yang nongkrong disana itu cowok-cowok muda-nggak-jelas-begidasan (apa ya istilahnya) yang intinya mereka bikin saya ngeri setengah mati

dan parahnya lagi, waktu saya buka slayer, mereka langsung berbondong-bondong (lebih tepatnya empat orang) yang menangani motor saya

GREAT! Hellooo? Motor saya cuma bocor ban-nya, bukannya lagi sekarat dan protol semua! What the $#@%@$^@$^

Dan saya makin khawatir karena tampaknya mereka nggak paham tentang menambal ban!

let’s see…

tik tok

tik tok

Bagus! Perlu waktu lamaaaa banget sampai akhirnya mereka selesai menambal motor saya!

dan benar kan… ternyata tukang yang harusnya menambal motor saya bukan mereka, tapi seorang bapak tua yang sedang menambal ban motor orang lain

Saya langsung punya firasat buruk…

jangan-jangan…

abis ini ban saya bocor lagi!

dan tahukah kalian?

That’s rite!

Ban saya bocor lagi di putaran Dolog-yang-kalau-ke-kenan-ke-Jemursari

Dan parahnya ban saya bocor di tengah jalan raya yang notabene macet

Otomatis, saya membuat jalan yang sudah macet menjadi semakin macet karena saya harus pelan-pelan menyingkir ke tepi jalan

Mobil-mobil belakang saya ribut tan-tin-tan-tin mengklakson

Ingin saya berteriak ke muka mereka, “Helloooo?? nggak lihat apa kalau saya nih lagi susah payah menuntun sepeda yang ban-nya bocor??

Saya benar-benar shock

Untung jalanan macet

Coba kalau sepi

Bisa ketabrak mobil dari belakang!

DAn ternyata yang bocor adalah bocor baru dan bocornya di dua tempat sekaligus!!!

DUA! kalau dijumlah sama kebocoran yang tadi, berarti dalam waktu tak lebih dari tiga jam, ban saya bocor di TIGA tempat!

GREAT!

Saya sampai berpikir… kok bisa saya sesial ini ya?

Tapi…

Saya percaya, dibalik kesusahan selalu ada kemudahan

habis gelap terbitlah terang

benar…

Saya berhasil mencari hadiah yang saya inginkan (walaupun saya waktu itu masih ketar-ketir, dia-yang-saya-beri-hadiah bakal suka atau nggak)

ternyata…

dia senang!

Huaaahhhh…

baguslah…

perjuangan sore-yang-sangat-sial itu terbayar dengan sms-nya yang mengatakan dia senang sekali dengan hadiah yang saya berikan 🙂

jadi, jika kalian mengalami kesialan..

ingatlah…

bahwa habis gelap terbitlah terang

seperti pengalaman saya dua hari yang lalu

cheers,

(hil)

ps: buat kamu, Buon Compleanno! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s