…api itu melahapku…

sepercik api itu...

sepercik api itu...

api.

mereka  bilang jangan bermain api

sayang, tarian api itu perlahan  menjalar di tubuhku

ya, aku tahu

bila api melahapku

aku hanya bisa menjadi abu

namun, salahkah aku?

bila bermain api itu salah, maka aku tak ingin menjadi benar

*masih bertarung dengan hati nurani*

ketika yang baru bukanlah baru…

terkadang butuh waktu lebih dari tujuh tahun untuk memunculkan rasa itu…

entahlah

*bimbang*

wed, 16 sept 09

(hil)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s