…Skenario Part 1…

(Blank screen. Music fades in, Music: Semua yang Ada – D’Cinnamons)

Opening Credit – Starring:

Saya

Kamu

NARATOR: berawal dari sebuah panggilan…

Fade in:

INT – Sebuah gedung kantor. Di depan sebuah komputer.

Saya sedang fokus mengetik sebuah naskah dengan cepat di depan komputer. Kamu tiba-tiba menarik sebuah kursi dan duduk tepat di sebelah saya, sambil membaca sebuah majalah. Saya tetap menghadap ke komputer, sementara kamu menghadap ke teman-teman lain yang sedang mengobrol santai.

Kamu   : (menoleh ke saya)

Saya     : (merasa jengah, ikut menoleh) “Apa??”

Kamu   : (hanya tersenyum dan kembali menunduk membaca majalah)

Saya     : (kembali fokus menatap komputer dan mengetik naskah)

Kamu   : (berkata pada teman-teman lain) “Duduk di sini lho enak. Deket sama gigi hormat. Lucu!”

Saya     : (Menoleh sambil melengos) “Enak aja lucu! Emangnya badut? Lucu!”

Kamu   : (tertawa)

Fade out

NARATOR: Hingga sentuhan kecil…

Fade in

INT – di depan sebuah komputer yang lain.

Saya menelungkup lemas di depan komputer. Suhu tubuh saya sangat tinggi dan kepala saya berkunang-kunang. Kamu tiba-tiba bangkit dari komputermu dan berjalan tergesa menghampiri saya.

Kamu   : (mengernyit khawatir) “Aduh! Nggak nurut banget sih nih anak. Udah kamu pulang aja sekarang”

Saya     : (mengangkat kepala dari meja) “Hm? Aku nggak apa-apa kok” (menggeleng)

Kamu   : (mengangkat tangan dan memegang pipi saya untuk memeriksa temperatur suhu tubuh saya)

Saya     : (Kaget dan terdiam)

Kamu   : (Masih memegang pipi saya) “Pulang sekarang”

Saya     : “Iya…”

NARATOR: Perlahan berubah menjadi sebuah kedekatan…

Cut to

EXT – di luar parkiran basement sebuah gedung. Malam bertaburan bintang di langit. Saya mencari-cari ponsel saya yang dari tadi terus berdering dari dalam tas.

Saya     : “Halo”

Kamu   : (diam)

Saya     : “Halo?”

Kamu   : “Ringback tone mu mati ya?”

Saya     : (heran) “Hah? Apa?”

Kamu   : “Iya, ringback tone 11 januari-nya GIGI”

Saya     : (masih bingung) “Ringback.. tone..”

Kamu   : “Kok mati? Padahal kan bagus…”

Saya     : (tercabik antara bingung dan ingin tertawa terbahak-bahak) jadi kamu menelepon saya cuma buat protes kenapa ringback tone saya mati?

“Hehehe.. iya, nggak ada pulsa. Jadinya mati deh. Ada apa?”

Kamu   : “Nggak pa pa…”

Saya     : “oh..”

Kamu   : “Cuman pengin ngobrol aja sama kamu..”

Saya     : (tersenyum)

Fade out

NARATOR: Namun keadaan berkata lain…

Fade in

INT – di dalam lift

Saya dan kamu masuk ke dalam lift. Pintu lift menutup.

Kamu   : (menatap saya dengan tatapan sedih dan kasihan)

“Maaf ya…”

Saya     : “Buat apa?”

Kamu   : “Maaf aku udah bikin kamu kena masalah. Gara-gara aku, kamu jadi kena terus. Kamu terus yang disalahkan. Aku udah bilang ke mereka supaya nggak subyektif gitu. Tapi mereka…”

Saya     : (mengangkat dagu dan memotong) “Nggak apa-apa. Aku nggak takut kok!”

Kamu   : (masih menatap saya dengan tatapan itu)

Cut to

INT – ballroom sebuah acara

Saya menunduk lemas.

Seseorang        : (menyemprot habis-habisan) “Gimana sih kamu?? Udah telat!! Nih lakbannya abis lagi! Kok bisa itu lho lakban abis?? Gimana sih!!”

Saya                 : (menunduk) “Maaf mbak. Iya, ini mau beli lakban,”

Seseorang        : berlalu pergi sambil tetap ngomel-ngomel

Sahabat saya tergesa-gesa datang menghampiri saya.

Sahabat            : “Lho kok cuma kamu ya yang dimarahi? Aku kok nggak? Padahal aku kan koordinatornya? Astaga… padahal kan cuma lakban?? dan haloo? Kita kan telatnya rame-rame??”

Dari balik barang-barang, saya melihat kamu sedang melihat saya. Lagi-lagi kamu menatap saya dengan tatapan sedih dan kasihan.

Saya     : (tersenyum kearahmu dan mengangkat bahu) Saya nggak apa-apa kok…

Fade out

NARATOR: Bisakah mereka mengatasi masalahnya? Akankah mereka bisa bersatu?

Kilasan-kilasan

Soto di pinggir jalan

Saya     : (menyerahkan semua jerohan soto)

Kamu   : “Enak ya makan bareng kamu. Kamu nggak doyan semuanya”

Stasiun Pasar Turi

Kamu   : Mengangkat tas saya

Basement

Kamu   : (menyerahkan setoples kue) “Buat kamu”

Saya     : “Wow, pasti enak. Bikinan ibu?”

Solaria

Teman  : “Kenapa kamu mau sama dia? Kenapa nggak yang lain aja?”

Kamu   : “Kalau sama dia ada chemistry-nya…”

Blank screen, Music Fades out

by Hilda Nurina Sabikah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s