Worth it?

“But the important thing about learning to wait, I feel sure, is to know what you are waiting for.”

~ Anne Neagle

 


 

Mau tidak mau, saya setuju dengan yang dikatakan oleh tante Anne.

Jika kita memang berniat untuk menunggu sesuatu (atau seseorang), kita harus benar-benar yakin dengan yang akan kita tunggu itu kan?

Sebab, percuma saja kita menunggu sekian lama, jika ternyata sesuatu (atau seseorang) yang kita tunggu tersebut nggak worth it alias sia-sia.

Kayak kutipannya pacarnya sahabat saya nih, “Ada hal-hal yang memang patut diperjuangkan, namun ada hal-hal yang memang harus dilepaskan.”

 

Lantas, saya bertanya-tanya, sampai sejauh mana kita bisa memutuskan, hal tersebut patut ditunggu dan diperjuangkan atau tidak?

Hmm… saya memang nggak canggih dalam hal memperjuangkan seseorang.

Ngomong-ngomong masalah menunggu dan memperjuangkan, saya jadi ingat percakapan panjang saya dengan salah seorang teman baik saya, Dita Putri

***

 

Malam itu, sambil menikmati makan malam setelah layout halaman selesai, entah mengapa percakapan kami masuk ke arah “menelateni” (apa bahasa bakunya menelateni ya?… menunggu dengan sabar?)

Dita : “Sekarang jamannya menelateni ya? Mantanku akhirnya dapat cewek yang sabar nelateni dia 4 tahun. Gendeng pek! Aku nggak mbayangno yo ada orang sing iso nelateni sampai 4 tahun lebih! iso yo sabar ngono (bisa ya sabar sampai segitunya)?”

Hil : (tertawa) “Iya. Nggak usah jauh-jauh. Disekitar kita banyak kok, contoh menelateni yang berhasil,”

Dita : “Apa kita harus menelateni cowok yang kita sukain dulu ya, baru bisa dapetin dia? Hmm… Lek aku sih nggak sanggup, Hil, nelateni koyok ngono (menelateni seperti itu). Aku bukan tipe kayak gitu. Kamu bisa??”

Hil : (berpikir sejenak) “…Iya ya. Aku juga bukan tipe kayak gitu. Kayaknya aku juga nggak bisa menelateni sampe kayak gitu deh, Dit.”

Dita : “Hahaha… kita sama, Hil!” (mengajak tos)

Hil : (tos, kemudian khawatir) “Yah… Kalo gitu, bisa-bisa kita nggak bisa dapetin cowok yang bener-bener kita sukain dong? Kita kan nggak bisa menelateni, Dit.”

Dita : (nyengir) “Mungkin kita nanti dapet cowok yang nelateni kita, Hil!”

Hil: (nyengir) “Amiiinnn..”

***

 

Akhirnya saya sampai pada kesimpulan :

Bahwa saya memang bukan tipe “menelateni” yang sanggup menunggu bertahun-tahun demi seseorang.

Jujur saja. Saya salut. Saya sangat salut pada semua orang yang sanggup menelateni cintanya.

Tapi, sayangnya, saya bukan tipe orang yang seperti itu, hehehe…

 

Saya lebih suka yang langsung, to the point, tepat sasaran. Nggak pakai tarik ulur. Nggak pakai ngambang.

Saya suka cowok yang berani memperjuangkan cintanya dan berani menentang keadaan.

Bagi saya, kalau memang ada cowok yang suka sama saya, ya bilang aja langsung.

Kalau nggak bisa bilang langsung, ya buktikan pakai tindakan.

Kalau merasa dihambat oleh keadaan, ya perjuangkanlah saya.

Hehehe..

 

Kayak katanya Dita tadi, “Mungkin, kita nanti dapet cowok yang nelateni kita, Hil.”

Iya, kalau dipikir-pikir, ternyata saya memang tipe yang ditelateni, bukan menelateni.

Dita bukan tipe menelateni karena sebuah trauma.

Setelah saya pikir lagi, ternyata saya juga seperti itu karena trauma.

 

Kami berdua adalah tipe yang menginginkan lelaki yang sanggup menelateni kami dan setia selamanya.

 

Jadi, saya tidak akan pusing lagi.

Masa bodoh si-dia-yang-sedang-saya-suka-ini cuek atau gimana.

Kalau memang dia terus-terusan seperti ini, berarti dia tidak worth it untuk saya.

 

Saya lihat saja,

Barangsiapa cowok yang bisa menelateni saya, berarti dialah jodoh saya

Setuju kan, Dit? *nyengir*

 

xoxo,

(hil)

 

.melukiskan LAUT saat senja.

 

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Worth it?

  1. Memang sepertinya kamu dilahirkan untuk diperjuangkan do huhuhu *iri* aku juga pengen *meratapi nasib* hahhahaha,, but kembali lgi hidup adalah pilihan,,apapun itu patut disyukuri,,karena itu adalah pilihan terbaik dari tuhan buat kita dan aku belajar untuk tidak menyesali pilihan begitu juga kamu (mungkin) hehhehe *sok bijak* n_n

  2. hahaha…
    iya sepertinya… gpp say, tipe orang kan beda-beda =)
    sip! apapun yang Allah berikan buat kita, patut disyukuri =D

  3. gadis seperti kamu memang pantas ditelatenin. cute and smart. jangan menyerah. someday u will find your love. God have been promise.

  4. Pingback: Percaya. « I. Love. Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s