2010: Tahun Penuh Kejutan

We do not remember days; we remember moments.

~Cesare Pavese, The Burning Brand

Rasanya baru kemarin saya membuka mata di awal tahun 2010 (waktu itu sepulang dari makan-makan di rumah sahabat). Tahu-tahu, voila! Saya sudah sampai di awal 2011. Rasanya sekejap mata, ya? Hehe.

Anyway, postingan ini saya buat khusus untuk mengenang 2010. Jadi, suatu saat nanti, jika saya membaca-baca lagi blog ini, saya bisa tersenyum mengingat momen-momen ini. Bisa mengambil pelajaran darinya. πŸ™‚

Let’s see. Tak terasa 365 hari sudah terlewati. Apa saja yang terjadi dalam 365 hari tersebut? Kalau ingin diingat-ingat lagi, rasanya tidak mungkin bisa mengingat hari demi hari. Karena, ada hari-hari dimana rasanya hari itu berlalu begitu saja.

Tapi ada juga hari-hari yang menguras habis energi dan emosi saya.

Momen-momen yang luar biasa. Momen yang membuat saya tersenyum dan menangis mengingatnya.

Ya. Tahun 2010 adalah tahun yang penuh kejutan bagi saya.

Banyak momen, yang sampai detik ini saya masih takjub dan tidak menyangka akan mengalaminya. Momen-momen yang membuat saya tersadar, betapa hebatnya rencana Tuhan Yang Maha Kuasa.

Maybe, we can called it ‘serendipity’. Sebuah kebetulan yang menyenangkan. Tapi, kalau dipikir-pikir, bukankah tidak ada kebetulan di dunia ini? Semua sudah diatur oleh-Nya. Semua sudah disiapkan begitu rapi oleh-Nya.

Seakan-akan, Tuhan mengingatkan, bahwa serapi apapun rencana kita, Tuhan lah yang menentukan. Bahwa kita harus selalu optimis dan percaya pada-Nya. Bahwa keajaiban bisa muncul di saat yang tak diduga.

Di tahun ini, saya mengalami fase-fase jatuh bangun.

Momen paling berat terjadi di pertengahan tahun. Ketika saya dengan berat hati memutuskan untuk resign dari pekerjaan demi kembali ke bangku kuliah. Yang saat itu rasa kehilangannya seperti putus dari pacar. Benar-benar sedih dan kehilangan.

Dan kebetulan pula, di saat yang bersamaan, saya putus dari pacar.

Benar-benar pertengahan tahun yang menguras airmata. Seperti yang pernah saya tulis di postingan >> klik di sini

Fase-fase dimana saya belajar sangat banyak untuk lebih bersyukur. Lebih menghargai apa yang saya punya. Belajar menyelesaikan masalah saya satu per satu. Seperti yang saya tulis di postingan >> klik di sini

Ketika itu, akhirnya saya pasrah pada Allah SWT. Saya hanya mencoba menjalani hari dengan ikhlas, meski berat. Menjalani perubahan-perubahan rutinitas dalam hidup saya.

Expect nothing, and you’ll be surprised on something.

Itu benar. Ketika saya sudah pasrah dan ikhlas. Menjalani hari semampu yang saya bisa tanpa mengharapkan apa-apa, kejutan-kejutan itu justru datang.

Salah satu impian terbesar saya tercapai!

DREAMS DO COMES TRUE: Kumpulan cerpen "Cerita Tentang Cinta". Karya saya yang diterbitkan πŸ™‚

Oke, memang sih impian saya adalah menghasilkan novel dan melihat nama saya terpampang bersama novel saya ituΒ  di toko buku. Tapi, menerbitkan kumpulan cerpen ini adalah batu loncatan menuju impian saya itu.

Perasaan saya saat itu benar-benar tidak dapat terkatakan. Luar biasa.

Dan kesempatan ini benar-benar datang tak di duga. Hanya dalam waktu dua hari.

Ya. Dua hari.

Dua hari sebelumnya, saya bukan siapa-siapa. Kemudian, taraaa! Tiba-tiba saja, dua hari kemudian, saya sudah memegang buku kumpulan cerpen saya di Istora Senayan Jakarta, di peluncuran buku saya bersama #99writers lainnya.

Ini semua tak lepas dari kesempatan yang diberikan oleh nulisbuku yang ketika itu mengadakan sayembara #99writers. Mereka mencari 99 penulis untuk menerbitkan 99 buku dalam waktu 9 hari.

Dan ketika itu, saya baru tahu tidak sampai dua hari sebelum deadline pengumpulan naskah (bagaimana saya bisa mengerjakan itu semua dalam waktu tidak sampai dua hari? nanti akan saya ceritakan di postingan khusus, bahwa apapun bisa kita lakukan, asal ada usaha dan kemauan).

Sayembara itupun saya tahunya secara tidak sengaja. Ketika iseng membuka timeline Twitter.

See? Betapa amazing kejutan yang diberikan Allah SWT. Memberikan saya kesempatan untuk mencapai impian saya. Dalam dua hari. πŸ™‚

Bisa dikatakan, menerbitkan karya pertama saya dan menjadi bagian dari #99writers nulisbuku adalah best moment in 2010 πŸ™‚

BEST MOMENT: Berdiri di panggung Istora Senayan Jakarta, 8 Oktober 2010, bersama #99writers dari Nulisbuku.

PROUD: Bangga menjadi bagian mereka πŸ™‚

Perasaan luar biasa lainnya adalah ketika mendapat apresiasi dari para pembaca. (anyway, kayaknya saya harus bikin postingan khusus untuk membahas buku saya ini. Soalnya terlalu panjang nanti jika saya tumplek disini semua, hehehe)

Kejutan lain yang tak terduga adalah…

Dia.

Setelah putus dari pacar saya di pertengahan tahun, saya sempat bersumpah pada diri sendiri, bahwa saya tidak mau lagi menjalin hubungan dengan siapapun dalam waktu dekat, setidaknya sampai tahun 2011.

Karena jujur saja, saya capek menata hati tapi kemudian dihancurkan lagi. Saya capek mendengar janji-janji manis tapi kemudian teringkari. Saya capek diperjuangkan dan diyakinkan mati-matian, tapi kemudian dilepaskan.

Itulah sebabnya, ketika ada beberapa pria yang mendekati saya, terpaksa saya beri jarak ketika mereka sudah menjurus ke arah komitmen. Saya menjauh dari mereka. Maafkan saya. Tapi saya benar-benar ingin sendiri ketika itu. Dan hati saya hampa ketika itu.

Tapi lagi-lagi saya cuma bisa berencana, Tuhan lah yang menentukan.

Dua hari. Lagi-lagi dua hari. Keajaiban itu datang.

Dua hari saya bertemu dengannya dalam satu event. Saya ikut event itupun kebetulan. Benar-benar tidak direncanakan. Last minute.

Seandainya saya tidak ikut event itu, mungkin saya tidak akan bertemu dengannya.

what a serendipity, eh?

Akhirnya, lagi-lagi saya takjub dengan kejutan yang diberikan oleh Tuhan.

Saya yang berjanji pada diri saya untuk tidak berpacaran atau menjalin komitmen dengan siapapun dalam waktu dekat, harus menarik ucapan saya (never say never, eh?)

Well, 021210 pun menjadi angka yang cantik dan berkesan bagi saya.

Ya. Saya tahu resikonya. Saya tahu jika hubungan ini nantinya tidak berhasil, saya akan sakit lagi. But, i’m willing to give it a try. Saya berani mengambil resikonya.

Hei, kamu. Terima kasih sudah datang dalam hidup saya, secara tidak terduga. My accidental happily ever after. I heart the way you smile and how you comfort me with your laughter. πŸ™‚

Jadi, meski pertengahan tahun sangat berat, penghujung 2010 benar-benar manis.

Ini membuktikan bahwa, seperti yang selama ini saya yakini, akan selalu ada kemudahan setelah kesusahan. Akan tawa setelah air mata.

Well, itulah momen-momen yang tercipta di 2010. Semoga pada 2011, akan tercipta momen-momen yang tak kalah indah dan seru. Amin.

Ciptakan momen sebanyak-banyaknya mulai sekarang, yuk! Biar tak ada penyesalan, ketika nanti sampai di penghujung tahun πŸ™‚

xoxo,

(hil)

Advertisements

2 thoughts on “2010: Tahun Penuh Kejutan

  1. @kiki : makasiiii puter πŸ™‚ ahahhaa, gampang kok bikin tumblr πŸ˜€ kapan-kapan aku ajarin kamu yaa πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s