Untuk Yang Maha Mendengarkan

.weheartit.

 

Tuhan,

Saya tahu saya masih jauh dari yang disebut hamba yang taat.
Saya tahu saya masih sering sekali bandel dan melanggar aturan-Mu.
Tapi kali ini saya benar-benar mohon pada-Mu.

Bolehkah saya memesan sebuah kebahagiaan?
Untuk kedua orang tua saya.

Hati saya teriris perih merasakan tetesan air mata bunda di punggung saya, ketika beliau memeluk saya dari belakang dan menceritakan semua beban.
Dada saya sesak melihat tubuh ayah yang makin kurus mengering termakan pikiran.

Tuhan, tolong bahagiakan mereka berdua.

Saya sadar mungkin cobaan dari-Mu untuk keluarga kami ini, karena Engkau sayang pada kami, Tuhan.

Kata ayah saya, “Soalnya mamamu mau diberi tempat tertinggi sama Allah, jadi diuji dulu sama ini.”
Benar kan, Tuhan?

Tuhan, boleh ya saya memesan kebahagiaan?
Untuk orang tua luar biasa yang saya miliki.
Mereka memang tidak sempurna. Tapi, saya sangat mencintai mereka, dengan segala ketidaksempurnaan saya.

Saya sering berandai-andai. Andai kebahagiaan bisa dipesan. Saya tidak tahu lagi dimana lagi saya bisa memesan kebahagiaan, jika bukan pada Engkau, Sang Pencipta kebahagiaan itu sendiri.

Saya yakin Engkau mendengarkan. Terima Kasih, Tuhan.

—–

Sebuah pesan untuk Tuhan Yang Maha Mendengarkan.

ditulis di bawah terik mentari Jogja, dalam diam, dalam doa, dalam-dalam,

(hil)

Sebuah kehangatan di tengah dinginnya Bromo.

Advertisements

2 thoughts on “Untuk Yang Maha Mendengarkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s