.Hanya Satu: Kamu.

.weheartit.

 

Denting jam dinding Gedung Biru bergema, pertanda tengah malam telah tiba. Sambil melangkah dari lantai empat menuju parkiran, kutatap langit di atas sana.

Bulan dan bintang bersinar cerah. Ini hari bahagia, begitu bisik mereka. Ah, mereka benar rupanya.

Sebuah kejutan kecil menyambutku di parkiran. Kamu duduk manis di dalam mobilmu, menjemputku sepulang rapat larut malam yang menguras pikiran.

Seluruh lelahku menguap seketika. Mendapati dirimu tengah tersenyum dan memandangiku mesra.

“Selamat ulang tahun, dek!” bisikmu.

 

Lilin-lilin kecil menyala. Kamu mengucap doa.

Semoga bahagia selalu, begitu katamu. Kutiup lilin sambil mengucap amin.

Tak ada bunga. Tak ada hadiah yang dipita.

Tapi, kehadiranmu di malam itu, dengan kue tart cokelat pilihan ibumu, serupa kembang api di tahun baru. Membuatku tersenyum haru.

 

“Maaf, aku tak membawa hadiah apa-apa,” ujarmu.

Aku tersenyum simpul menatapmu. Kamu dengan segala kesederhanaanmu. Dengan semua kejutan kecil itu. Menawan hatiku.

 

Kamu tahu? Tanpa kamu sadari kamu sudah membawa hadiah terindah untukku.

Hadiah paling istimewa. Hanya ada satu di dunia.

Dirimu.

 

Ya. Yang kumau hanya satu:

Kamu.

(hil)

 

 

 

 

*seharusnya postingan ini ditulis tanggal 19 Februari 2010 :’)

Advertisements

4 thoughts on “.Hanya Satu: Kamu.

  1. @didalamcahaya : Terima Kasih atas like-nya 🙂

    @aurabening : Ahahaha… Aduh, maluuu aku, dibaca sama saksi hidup kejadian ini :p hihihi.. Ini sekedar coretan kata kok mba 🙂 *harusnya postingan ini diposting tanggal 19 Februari 2010 :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s