.Fà che piova.

.weheartit.

Fà che piova (Let it rain)
Fà che il cielo mi lavi il dolore (Let heaven wash away my pain)

Tik. Tik. Tik. Rintik hujan menari manis.

Kenangan menyeruak seketika. Ada rindu yang menguar hangat dari tiap tetes hujan di luar jendela. Rinduku yang melimpah ruah padamu. Kau, yang menjadikan aku pukul 3 pagimu, dulu.

Selalu seperti itu. Hujan mengingatkanku padamu. Padamu yang seperti candu, mampu membuatku kembali memikirkan dan merindumu. Lagi dan lagi.

Padahal, kau benar-benar biasa. Tidak istimewa. Lalu, mengapa hatiku tak mampu melepasmu? Ah, mungkin, karena kau hadir di saat aku sedang berada di titik terbawah. Saat aku terbelenggu di titik terlemah. Kau selalu ada. Seperti sejuknya hujan yang membasahi tanah hati. Itulah mengapa aku seperti tertarik oleh daya gravitasimu.

Itu pula sebabnya, kenangan tentang kau dan hujan membuatku takut. Takut jika hujan datang, aku akan teringat lagi padamu, lalu merindumu. Dan kemudian, sudut mataku akan basah. Hatiku akan melemah.

Maka, aku menghindari hujan. Aku menyingkir, berteduh, berlindung, seolah tiap tetesnya bisa melukai kulit hatiku. Seakan dengan berlindung dan menghindarinya, kenangan tentangmu tak kan muncul lagi.

Terus dan terus begitu. Sampai di satu titik, aku akhirnya tersadar. Bahwa hujan mengajariku sesuatu.

Mengajariku untuk berani merelakan dan meninggalkan masa lalu. Memahami bahwa tiap tetesnya diciptakan oleh Tuhan untuk menghapus semua kesedihan di masa lalu.

Aku duduk diam membayangkan. Ketika langit mendung, yang menandakan kesedihan sudah terlalu pekat di hati. Hujan akan turun. Menghapusnya hingga bersih. Lalu, akan datang mentari yang bersinar cerah. Pertanda hari baru telah tiba. Hari baru penuh cinta.

Hujan yang turun serasa berbisik, “Tinggalkan kenangan tentangnya. Kemarilah. Biar aku membasuh semua luka.”

Ya. Kali ini. Aku tidak akan bersembunyi lagi. Aku akan membiarkan hujan turun. Menghapus semua kenangan tentangmu. Sampai habis terkikis.

Fà che piova (Let it rain)
Fà che il cielo mi lavi il dolore (Let heaven wash away my pain)

Dan sekarang, ketika aku menari di bawah hujan. Merasakan tiap tetesnya merasuk di kulitku. Aku menyadari sesuatu :

Tak ada lagi rasa tentangmu. Tak ada lagi rindu untukmu.

(hil)

 

*judul dan kutipan lagu, saya ambil dari “Let it rain” by Bon Jovi & Jon Bon Jovi

Advertisements

3 thoughts on “.Fà che piova.

  1. Mengajariku untuk berani merelakan dan meninggalkan masa lalu. Memahami bahwa
    tiap tetesnya diciptakan oleh Tuhan untuk menghapus semua kesedihan di masa lalu.—– sukaaaaaa!—- 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s