Kamu Manis, Kataku

.weheartit.

 

Heart beats fast. Colors and promises.
How to be brave. How can I love when I’m afraid to fall.
But watching you stand alone.
All of my doubt, suddenly goes away somehow.

Kamu selalu sendiri, memakai rok atau blus putih. Berjalan bertelanjang kaki menyusuri pantai berpasir putih. Berlama-lama memandang mentari yang terbenam. Seakan di sanalah cintamu terpendam.

Di lain waktu kamu akan membawa buku. Membaca kisah-kisah dan kemudian terlarut dalam haru. Tak memedulikan angin yang mengacak-acak rambut indahmu. Menebarkan aroma yang memabukkanku.

Dari pertama aku melihatmu, aku langsung jatuh hati padamu. Padamu dan kesendirianmu. Aku selalu bertanya-tanya, bagaimana mungkin perempuan seindah ini lebih suka menyendiri?

Namun, aku hanya sanggup memandangmu. Mengamati semua gerak-gerikmu dan menjagamu dari jauh. Aku menjagamu dalam diamku. Aku menahan diri untuk tidak menghampirimu atau menyapamu. Toh, aku yakin kamu tak mungkin menyadari keberadaanku. Kamu terlalu asyik dengan kesendirianmu.

Time stands still. Beauty I know she is.
I will be brave. I will not let anything take away what’s standing in front of me
Every breath, every hour has come to this.

Seperti senja ini, kamu tenggelam dalam kisah di buku yang kamu baca. Kamu menelusuri tiap kata dalam buku, lalu tersenyum dan tertawa. Oh Tuhan, betapa Kau menciptakan makhluk yang begini sempurna.

Aku terbius oleh pesonamu.

“Kamu manis,” kataku.

Dua kata, aku dan kamu membeku seketika. Kata-kata itu meluncur begitu saja. Berbaur dengan hembusan angin senja. Ah, bodohnya aku. Toh kamu tak akan mungkin bisa mendengarku.

Tiba-tiba kamu menoleh. Ke arahku. Memandangku. Menelengkan wajah dengan pandangan bingung.

Aku membeku. Apakah kamu dapat mendengar kata-kataku tadi? Apakah kamu melihatku? Tidak mungkin. Tidak ada manusia biasa yang bisa mendengar atau melihat keberadaanku.

Dengan ngeri aku membayangkan kamu akan berlari ketakutan. Kumohon, jangan.

I have died everyday, waiting for you.
Darlin’ don’t be afraid,
I have loved you for a Thousand years,
I’ll love you for a Thousand more…

Namun, beberapa detik kemudian, kamu kembali menunduk, tertawa kecil sambil menyibakkan rambut panjangmu ke belakang. Seakan menyadari sesuatu yang lucu. Kamu memungut ranting terdekat dari kakimu, kemudian mengguratkan dua kata yang diakhiri titik dua dan kurung tutup pada pasir di hadapanmu. Lalu melenggang riang sambil bersenandung ringan.

Aku terpaku membaca tulisan yang kamu tinggalkan barusan.

Terima kasih, tulismu.

Kamu… benar-benar dapat mendengarku?

***

 

 

Ditulis pukul tiga dini hari, 14 Januari 2012

*dalam rangka #15HariNgeblogFF hari ke-3 dengan judul “Kamu Manis, Kataku.”

*Terinspirasi OST Breaking Dawn Part 1 >> A Thousand Years – Christina Perri. Biar lebih ‘ngena’, baca FF ini dengan diiringi lagu A Thousand Years, dan bayangkan vampir paling tampan sesuai imajinasimu :p

Advertisements

13 thoughts on “Kamu Manis, Kataku

    • aww, makasiiiiii say šŸ™‚
      hihihihihi.. iya, aku juga mau banget disweetin kayak gitu juga…. *sama gebetanku *eh *maunya =))

  1. Pingback: Sepucuk Surat (Bukan) Dariku « I. Love. Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s