Ada Dia di Matamu

.weheartit.

 

Ada dia di matamu. Aku tahu itu.

Mulutmu selalu tersenyum padaku. Kau selalu memeluk dan mengecupku. Kau selalu menemani hari-hariku. Dan kau bilang, kau sangat sayang padaku.

Tapi, aku bisa melihat, bahkan saat kau menatapku, ada dia di kedua binar matamu.

Aku sadar dia begitu istimewa di matamu. Aku tahu betapa kau rindu senyumnya, tawanya, suara merdunya, candaan jenakanya. Dia memang luar biasa. Jenius luar biasa. Mungkin dia tak kan terganti sepanjang masa.

Mungkin kau tak pernah sadar, bagaimana aku berusaha keras memasak makanan kesukaanmu, hanya untuk melihat seulas senyummu. Bagaimana aku menyelimutimu ketika kau sudah terlelap, agar kau tak kedinginan. Lalu mengecup dahimu untuk memberi kekuatan.

Aku hanya ingin membasuh lukamu. Aku hanya ingin membahagiakanmu.

Mungkin kau tak pernah sadar, bagaimanaΒ  aku selalu memperhatikan, bahwa kau selalu menangis diam-diam tiap malam. Bagaimana kau mengira aku sudah tidur, kau masih memandangi fotonya dalam gelap malam. Bagaimana kau masih menyenandungkan lagu kesukaannya. Bagaimana kau masih menghafal kebiasaannya.

Ragamu memang selalu bersamaku, tapi aku tahu hatimu bersamanya.

Ada dia di matamu.

Padahal, semuanya sudah kulakukan untukmu. Kupersembahkan hanya untukmu. Di manapun aku berada, aku selalu berusaha keras untuk jadi yang nomor satu. Demi dirimu. Agar kau mau menoleh ke arahku. Meski sekejap saja.

Namun, sekuat apapun aku mencoba menjadi yang terbaik bagimu, selalu ada dia di matamu.

Aku benar-benar lelah luar biasa. Apalagi yang harus kulakukan untukmu? Apalagi yang harus kulakukan agar aku bisa menghapus lara di hatimu?

Cintamu harusnya bukan hanya untuknya, tapi juga untukku. Dia memang telah tiada. Tapi, masih ada aku. Masih ada aku yang sampai detik ini masih berusaha menghapus duka laramu dan berusaha membuatmu bahagia.

Ya. Kakak memang telah tiada. Tapi masih ada aku. Maukah kau melihat ke arahku?

Aku juga anakmu, ibu.

***

 

 

*fiksi ini ditulis dalam rangka #15HariNgeblogFF hari ke -6 dengan judul “Ada dia di matamu.”

Advertisements

27 thoughts on “Ada Dia di Matamu

  1. *menghela nafas*
    *mandangin adek*
    bilang: padahal kalo di depan mbak ibu cerita tentang kamu terus, Dek.. Mbok ya kamu tuh yg legowo…
    *geleng2 trus ngelanjutin hidup*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s