Tentangmu yang Selalu Manis

.weheartit.

 

“Pacarmu nggak romantis ya. Kayaknya kalian nggak pernah telepon berjam-jam. Aku juga nggak pernah liat kamu bbm-an sampai jempol bengkak kayak kita-kita.”

“Iya, aku juga nggak pernah lihat dia jemput antar-jemput kamu. Selalu lembur. Kalian juga nggak pernah mention-mentionan di twitter yang mesra gitu.”

Kata-kata dari sahabat-sahabatku tadi pagi sukses menohokku dan membuatku galau seharian. Benar juga sih.

Tak ada kata-kata gombal di telepon. Tak pernah ada mention mesra. Apalagi hadiah berpita atau bunga di atas meja.

Kamu serius sayang sama aku nggak sih?

Kubanting bantal di hadapanku dengan kesal.

Ponselku berdering. Eh, kamu. Panjang umur!

Kuangkat pada deringan kedua.

“Halo?”

“Aku di depan.”

Klik. Telepon ditutup. See? Judes banget sih.

Kubuka pintu dengan kesal.

Dan disanalah kamu berdiri. Di depan pintu kosku di dini hari.

Dengan muka datar, kamu sodorkan sebuah bungkusan padaku.

Wangi bubur ayam menguar begitu kubuka bungkusan itu. Ah, ini bubur ayam favoritku yang cuma buka dini hari!

“Kebetulan lewat. Aku baru pulang lembur dari kantor, kebetulan lewat. Jadi kubeli saja, sekalian ke sini,” ujarmu, masih dengan muka datar khasmu.

Alisku terangkat. Kebetulan lewat? Bodoh. Jelas-jelas kantormu, tukang bubur ayam favoritku, dan tempat kos ini berada di tiga penjuru yang berbeda. Pasti kamu mengintip timelineku di twitter yang bercuap-cuap bahwa aku lapar dini hari. Aku tersenyum geli.

Kamu menyodorkan bungkusan plastik lain. Kukeluarkan isinya. Sebotol besar air mineral dan vitamin.

“Aqua galonmu habis kan? Pasti kamu belum sempat pesen.”

“….”

“Trus itu vitaminnya diminum. Kemarin kamu bersin-bersin. Biar nggak jadi flu.”

“….”

“Kok diem? Ayo dimakan buburnya! Aku tungguin sampai selesai.”

“….”

Sesuatu menghangat di pelupuk mataku. Tanpa kata, kupeluk erat dirimu, mengabaikan raut kebingungan di wajahmu.

Kebiasaanku. Makanan favoritku. Keadaanku. Cuma kamu yang paling tahu.

Kamu selalu tahu.

Ah, cinta memang bisa lewat berbagai cara. Tak melulu lewat kata manis dan mesra, tak melulu lewat hadiah berpita. Aku juga tak akan peduli lagi apa kata dunia.

Ini saja sudah lebih dari manis bagiku.

***

 

 

*ditulis dalam rangka #15HariNgeblogFF hari ke-11 dengan judul “Tentangmu yang selalu manis”

 

Advertisements

12 thoughts on “Tentangmu yang Selalu Manis

    • awwww :’)
      so sweet dong temenmu fit :’)
      gebetanku dulu juga as sweet as that, sayangnya kami berakhir sebagai teman *pukpuk diri sendiri*

    • Ahahahaha.. Kenapa kamu baca postingan ini, art, kenapaaa?

      Iya deh iyaaaa, ngga ada cowok yang bisa niru kamu, ngga ada yang bisa kayak kamu tau art :’)
      *eaaaaaa
      *sepik menjelang berbuka puasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s