Ini Bukan Judul Terakhir

.weheartit.

 

“Ini bukan judul terakhir, kan?”

Setelah nada terakhir berdenting dari gitar akustikku, aku menoleh menatapmu. Kamu berbaring di sebelahku. Menatap langit-langit tenda dengan pandangan kosong. Kerlip warna-warni lampu di atas tenda tak ada artinya untukmu.

Tenda mungil berkelambu merah jambu ini memang kudirikan khusus untukmu. Aku ingin mengenang saat kita kecil dulu, katamu.

“Belum ngantuk?”

Kamu menggeleng. Masih menatap hampa langit-langit tenda.

Sebenarnya jari-jariku sudah kebas, suaraku hampir serak, dan punggungku rasanya mau patah karena berjam-jam duduk di sini setelah seharian penuh bekerja.

Tapi aku tak mau kamu mengetahui lelahku itu.

Aku tertawa kecil, “Baiklah, kunyanyikan lagu lagi untukmu. Sekarang mau lagu apa? Atau mau kubacakan buku?”

“Lagu saja. Kemarin semalaman kamu sudah membacakan buku untukku.”

Jantungku mencelos menangkap getaran pilu dalam suaramu. Kutelan ludah. “Mau lagu apa?”

“Ini bukan lagu terakhir, kan?” ulangmu lagi. Kau terus menanyakan hal yang sama sejak lagu ketiga kumainkan tadi. Dan ini sudah lagu yang kesepuluh.

Kuraih tanganmu yang sedingin es, kugenggam erat-erat agar menghangat. “Aku tak akan kemana-mana. Kamu tak akan sendirian. Tidurlah.”

Akhirnya kamu menoleh ke arahku. Mencoba menatapku. Namun, tetap saja mata beningmu menatap kosong entah kemana.

Tak ada airmata di sana. Namun, aku yakin hatimu menangis terluka.

“Terima kasih,” bisikmu.

Melihat keadaanmu itu, susah payah aku menelan ludah, agar suaraku saat menyanyi tak bergetar pilu.

 

“Seasons are changing, and waves are crashing, and stars are falling all for us… Days grow longer and nights grow shorter, i can show you I’ll be the one…”

Belum lagi separuh lagu kumainkan, matamu sudah mulai menutup. Tidurlah sayang…

Jangan pernah merasa sendirian. Jangan pernah merasa kesepian. Aku di sini.

Sebanyak apapun lagu akan aku nyanyikan, jika itu membuatmu tak kesepian.

Kalau kamu tak bisa membaca buku kesukaanmu, biar aku yang membacakannya untukmu.

 

“I will never let you fall… I’ll stand up with you forever… I’ll be there for you through it all…”

Ini bukan judul terakhir. Masih akan ada puluhan ribu judul lagu dan buku yang aku nyanyikan dan bacakan untukmu.

Kamu tidak akan sendirian.

 

“Cause you’re my… you’re my true love, my whole heart… please don’t throw that away, cause I’m here for you…”

Kecelakaan itu memang merenggut pengelihatanmu, tapi tak mampu merenggut cintaku padamu.

Aku akan berusaha semampuku, bekerja keras dan menabung untuk mengembalikan penglihatanmu.

 

“I will never let you fall… I’ll stand up with you forever… I’ll be there for you through it all…”

Suatu saat nanti, kamu akan kembali memandang langit biru.

Dan hingga saat itu tiba,

ijinkan aku menjadi penglihatanmu.

***

 

 

 

*ditulis dalam rangka #15HariNgeblogFF Hari ke-14 dengan judul “Ini Bukan Judul Terakhir.”

Advertisements

18 thoughts on “Ini Bukan Judul Terakhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s