Soto Koya

.weheartit.

 

“Kamu suka banget sama soto ya?”

Aku bertanya heran, melihatmu makan dengan lahap. Satu mangkok sudah tandas, kini mangkok kedua sudah separuh jalan kamu lahap. Aku juga sudah menghabiskan satu mangkok sih. Tapi itu saja sudah lebih dari cukup untukku.

Kamu mengelap mulutmu yang penuh dengan minyak soto memakai tisu sebelum menjawab,

“Bukan, aku suka banget sama kamu.”

Kontan aku tertawa dan meninju bahumu dengan bercanda, “Gombal!!”

Kamu ikut tertawa, “Beneran!” kedipmu sambil menuang koya banyak-banyak ke mangkukmu dan melanjutkan makan dengan lahap.

“Dan kamu suka banget sama koya. Sampai sotomu kayak bubur begitu kebanyakan koya,” ledekku.

Peluh bercucuran di sekitar rambut hitammu yang cepak rapi. Membuatku ingin mengambil tisu dan mengelapnya untukmu.

“Soalnya, makan soto kalau nggak pakai koya tuh kayak makan sayur tanpa garam. Hambar!” Kamu menyeruput es teh manis, “…dan soto tanpa koya itu kayak hidupku tanpa kamu. Hambar!”

Mau tak mau aku tertawa lagi. “Gombal banget sih kamu!”

“Biar gombal-gombal gini, kamu cinta kan?” cengiran lebar terpampang di wajahmu.

Kucubit perutmu. Gemas. Aku selalu kalah kalau adu gombal denganmu.

“Oh, makanya kamu selalu beli soto di warung ini, soalnya koyanya gratis. Boleh ambil sebanyak-banyaknya. Tapi kasihan ibu warungnya, pasti bangkrut gara-gara kamu.”

Kamu terdiam sejenak, kemudian menoleh ke arahku. “Kalau di kamu, aku mintanya cinta. Sebanyak-banyaknya. Boleh?”

“Kamu tuh ya!”

Sambil tertawa, kamu berhasil menghindar, sebelum aku mencubit perutmu lagi.

“Eh, kamu nggak nambah nih?” tawarmu.

“Enggak. Soalnya liat kamu aja aku udah kenyang.”

“Hahaha. Bales gombal nih yee.. Emangnya aku soto? Bikin kenyang.”

Aku mencibir. “Abisnya kamu duluan yang nyamain aku sama koya.”

Kemudian, kamu tiba-tiba terdiam. Membuatku menatapmu dengan heran.

Masih di siang yang terik ini, di Warung Soto langgananmu, dengan peluh bercucuran di dahi, kamu menatapku serius, meletakkan sendokmu, dan menggenggam kedua tanganku.

“Jadilah koya-ku selamanya. Mau?”

***

 

 

 

*ditulis untuk FF #15HariNgeblogFF dadakan yang diadakan oleh Unge @wangims dengan judul “Soto Koya.”

 

Advertisements

10 thoughts on “Soto Koya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s