Buon Compleanno, Bika :)

First Birthday, 19 Februari 1989.

 

.

.

Dear Bika Kecil,

Selamat ulang tahun yang pertama! Hari ini, 23 tahun yang lalu, kamu berulang tahun yang pertama. Ah, kamu yang satu tahun. Lagi lucu-lucunya. Belum tahu betapa dunia akan mengejutkan kita. Betapa petualangan kita nanti akan sedemikian seru.

Saat ini kamu pasti belum bisa berjalan ya? Hihihi. Tak apa. Ayo semangat. Nanti, ketika kamu beranjak dewasa, semua permasalahan dunia akan menghantammu dan mencoba menjatuhkanmu. Tapi, sama seperti kamu yang sekarang jatuh-bangun untuk belajar berjalan. Nantinya, kamu dewasa tidak akan menyerah. Kamu akan bangkit berdiri ketika masalah menjatuhkanmu. Kamu akan terus berdiri dan berlari menggapai apa yang kamu inginkan.

Kamu akan tumbuh menjadi gadis yang kuat, Bika. Gadis pemberani. Kadang nekat, hihihi. Bahkan, ketika ketinggalan antar-jemput, kamu yang masih kelas 6 SD malah memilih untuk berjalan kaki dari SD-mu di Jatiwaringin, ke rumahmu yang jauh di hampir-perbatasan-Bogor (waktu itu kamu sudah pindah rumah dari rumah nenekmu di Kalimalang). Luar biasa. Demi apa kamu jalan kaki sejauh itu? Muahahaha. Ketika dewasa nanti, kamu akan tertawa terpingkal-pingkal mengenangnya.

Nikmatilah masa kecilmu hingga SD nanti. Sebab, selepas SD masalah mulai berdatangan. Roda kehidupan berputar. Kamu yang SD bisa naik antar-jemput sekolah, ketika SMP mendadak kamu harus mengayuh sepeda dan belajar naik angkot. Oh iya, SMP nanti kamu akan kembali ke kota kelahiranmu, Surabaya. Melepaskan semua teman masa SD-mu di Jakarta. Kamu akan mengalami shock kultur. Tak apa. Kamu akan belajar banyak.

Kamu akan belajar, bahwa kadang kehidupan tidak berjalan sesuai keinginan kita.

Kamu akan belajar bahwa tidak semua yang kita inginkan, dapat tercapai.

Bahwa terkadang, yang bisa kita lakukan hanyalah ikhlas dan berlapang dada.

Bahwa terkadang yang kita inginkan, bukanlah yang kita butuhkan.

Kamu juga akan belajar, bahwa untuk mendapatkan yang kamu inginkan, kamu harus berusaha dan bekerja keras meraihnya.

Kamu gadis yang aktif, Bika. Kamu tidak bisa diam. Kamu ikut OSIS dan terpilih menjadi Ketua Rohis semasa SMA nanti. See? Hilda Nurina Sabikah yang bandel menjadi Ketua Rohis. Muahahaha. Tapi di masa itulah jiwamu terpanggil untuk berjilbab. Karena masa itulah, kamu jadi punya pondasi yang kuat ketika nanti kamu dihadapkan pada pilihan-pilihan.

Nanti, saat akan lulus SMA akan ada masa perdebatan panjang berurai airmata dengan orang tuamu, mengenai pilihan pendidikan. Keluargamu menginginkanmu masuk AKPOL (iya, akademi polisi, kaget kan?) sedangkan kamu benci hal-hal yang berbau militer.

Tahukah kamu, dari puluhan ribu yang mendaftar, dari ribuan perempuan yang mendaftar, kamu yang ogah-ogahan menjalani tes, justru akan lolos berbagi tahap. Padahal setiap pengumuman, kamu selalu pucat, gemetar, dan berdoa agar tidak lolos. Lucunya, kamu selalu lolos. Kamu bahkan akhirnya agak menikmati dirimu yang tiba-tiba selalu diberi selamat setiap tahap kelolosan, “Selamat ya lolos terus, hil. Ihiiiii… Sukses ya!” oleh hampir seluruh teman sekolahmu, guru-gurumu, bahkan teman yang tidak kamu kenal. Dasar narsis! *jitak*

Dan aku benar-benar mengacungkan jempol dan bersyukur atas pendirian teguhmu pada wawancara di tes terakhir sebelum tes kesehatan yang mengatakan bahwa kamu tidak akan mau melepas jilbabmu. Kamu tidak lolos tes wawancara itu. Dan kamu sangat bersyukur karenanya. Ada prinsip-prinsip yang kamu pegang teguh sampai sekarang.

Prinsip itulah yang kamu pegang ketika masalah keluarga menghantammu. Kamu tidak pernah sekalipun lari ke rokok, minum-minuman, dan sebagainya. Ketika kamu stress berat, kamu memilih untuk membahagiakan dirimu dengan melakukan hobimu. Tenggelam dalam lautan buku, nonton marathon, atau menulis. Iya, menulis selalu membebaskan jiwamu. Melegakan. Seakan separuh bebanmu terangkat dengan menulis.

Oh iya, nantinya kamu akan masuk jurusan yang tidak kamu sangka. Jurusan yang akhirnya menahanmu bertahun-tahun *uhuk* di Universitas ini karena keasyikanmu bekerja sejak semester dua. Ya, nantinya kamu akan keterima bekerja di DetEksi yang akan menjadi rumah keduamu selama empat tahun. Kamu akan bertemu dengan sahabat-sahabat yang menjadi keluarga keduamu. Di sini, kamu akan bertemu dengan banyak *uhuk* cinta.

Ehem, masalah cinta. Biar kuberi tahu sesuatu, nantinya sampai SMA, kamu tidak akan punya pacar. Jangan bersedih. Kamu memang akan melewati masa-masa SMA ketika kamu merasa ‘invisible‘ di hadapan lelaki, karena kamu merasa kulitmu hitam kebanyakan main di luar rumah.

Tapi nantinya, kamu akan bermetamorfosa dengan sendirinya, bahkan nantinya lima tahun kemudian teman SMA yang kamu sukai dan tidak menyadari kehadiranmu, akan berbalik mengejar-ngejarmu setelah melihat metamorfosamu. Lucunya, kamu akan menolaknya. Kamu sudah sama sekali tidak tertarik padanya. Kamu tidak suka pada lelaki yang hanya melihat kulit luarmu saja. Kemana dia saat kamu menjadi ‘ugly duckling‘ dulu?

Tanpa kamu sadari, tiba-tiba saja kulitmu yang terlindungi jilbab kembali cerah seperti kamu kecil. Dan kamu akan dengan santai menanggapi teman-teman SMA-mu yang kaget melihat perubahanmu, kamu akan bilang, “Cuma pakai Ponds.” Hihiihi. Aku bersyukur kamu tidak pernah tergoda untuk perawatan macam-macam.

Kamu membiarkan dirimu apa adanya. Karena kamu ingin, dia yang menjadi jodohmu nanti, adalah dia yang melihat dirimu — apa adanya dirimu, bukan kecantikan luarmu saja.

Nantinya kamu akan sempat menyesal melepaskan seseorang yang kamu suka, dan jadian dengan orang lain. Well, jangan menyesal. Kamu akan belajar banyak dari para lelaki yang datang dan mengisi hidupmu. Mereka datang dan pergi silih berganti. Belum ada yang mampu menetap. Dan bahkan sampai detik ini aku belum tahu jodohmu siapa.

Tenang saja. Semua akan indah pada waktunya. Kamu selalu percaya itu.

Semua akan indah pada waktunya. Kamu nantinya akan berkali-kali membuktikannya. Tahun-tahun berurai airmata dan sakit hati atas semua masalah keluargamu nanti kamu lalui dengan tegar dan dengan kepala terangkat. Orang-orang akan tetap melihatmu sebagai Hilda yang ceria dan penuh senyum.

Ah, betapa kuatnya kamu, sayang.

 .

Sekali lagi, selamat ulang tahun, Bika kecil.

Terima kasih telah mengingatkanku untuk tidak menyerah.

Aku sengaja menulis ini untuk menarik ingatan kembali ke belakang. Untuk bersyukur atas semua hal yang akan kamu jalani selama 24 tahun ke depan.

Dan tidak ada sedikitpun hal yang ingin aku ubah selama 24 tahun itu. Karena 24 tahun penuh tawa, airmata, doa, jatuh-bangun itulah yang akan menjadikanmu seperti aku sekarang.

 .

Hidup cuma sekali, mari kita nikmati.

Bukan begitu, Bika?

Cheers!

 .

.

.

Surabaya, 19 Februari 2012

Dari aku, dirimu yang berusia 24 tahun.

 

2nd Birthday, 19 Feb 1990. Saya yg tengah, si centil berpita merah :p

 

*ditulis untuk proyek #ForYoungerMe

Advertisements

8 thoughts on “Buon Compleanno, Bika :)

  1. Pingback: [#ForYoungerMe] ~ Buon Compleanno, Bika :) | 15 Hari Menulis Flash Fiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s