Merajut Mimpi

.weheartit.

 

Aku punya banyak impian. Yang kukumpulkan dan kurajut pelan-pelan.

Mulai dari yang nyata hingga yang serupa khayalan.

 

Aku ingin berguna bagi banyak orang dan mencipta kenangan. Menjadi penulis yang meninggalkan warisan berupa tulisan.

Dengan begitu namaku akan abadi hingga akhir zaman.

 

Suatu hari nanti, aku akan menulis tentangmu. Tentang kita.

Untuk kau baca di hari tua. Tertawa bersama anak cucu kita.

 

Aku juga ingin keliling dunia. Mencicipi budaya baru. Berkunjung ke tempat-tempat baru. Bersamamu.

Berjalan bergandengan tangan berdua di depan Eiffel. Duduk manis naik gondola di Venezia. Bermain salju di Korea. Atau meracik coklat di Belgia.

Mendaki gunung, mencicipi pantai indah tak terjamah, atau berkeliaran mengintip semua kekayaan alam Indonesia.

 

Aku juga ingin punya perpustakaan kecil milikku sendiri. Tempat kita membaca buku kesukaan kita masing-masing. Saling bersandar dengan nyaman.

Kalau kau tidak suka membaca buku, biar aku yang bercerita dan mendongeng untukmu. Atau, kita bisa bercinta di sela-sela rak buku itu.

 

Dan masih banyak lagi yang lainnya. Yang akan kuceritakan padamu nanti. Saat kita bersama nanti.

Tapi yang pasti, mimpi-mimpiku itu akan sempurna, bersamamu.

Sempurnaku, bersamamu.

 

Bagaimana denganmu? Apa saja mimpi-mimpimu?

Datanglah kemari. Mari berbagi mimpi.

Merajut mimpimu dan mimpiku.

Merajut mimpi kita.

Berdua.

 

 

Dariku, yang sabar menunggumu datang — siapapun nanti dirimu,

(hil)

2010: Tahun Penuh Kejutan

We do not remember days; we remember moments.

~Cesare Pavese, The Burning Brand

Rasanya baru kemarin saya membuka mata di awal tahun 2010 (waktu itu sepulang dari makan-makan di rumah sahabat). Tahu-tahu, voila! Saya sudah sampai di awal 2011. Rasanya sekejap mata, ya? Hehe.

Anyway, postingan ini saya buat khusus untuk mengenang 2010. Jadi, suatu saat nanti, jika saya membaca-baca lagi blog ini, saya bisa tersenyum mengingat momen-momen ini. Bisa mengambil pelajaran darinya. 🙂

Let’s see. Tak terasa 365 hari sudah terlewati. Apa saja yang terjadi dalam 365 hari tersebut? Kalau ingin diingat-ingat lagi, rasanya tidak mungkin bisa mengingat hari demi hari. Karena, ada hari-hari dimana rasanya hari itu berlalu begitu saja.

Tapi ada juga hari-hari yang menguras habis energi dan emosi saya.

Momen-momen yang luar biasa. Momen yang membuat saya tersenyum dan menangis mengingatnya.

Ya. Tahun 2010 adalah tahun yang penuh kejutan bagi saya.

Banyak momen, yang sampai detik ini saya masih takjub dan tidak menyangka akan mengalaminya. Momen-momen yang membuat saya tersadar, betapa hebatnya rencana Tuhan Yang Maha Kuasa.

Maybe, we can called it ‘serendipity’. Sebuah kebetulan yang menyenangkan. Tapi, kalau dipikir-pikir, bukankah tidak ada kebetulan di dunia ini? Semua sudah diatur oleh-Nya. Semua sudah disiapkan begitu rapi oleh-Nya.

Seakan-akan, Tuhan mengingatkan, bahwa serapi apapun rencana kita, Tuhan lah yang menentukan. Bahwa kita harus selalu optimis dan percaya pada-Nya. Bahwa keajaiban bisa muncul di saat yang tak diduga.

Di tahun ini, saya mengalami fase-fase jatuh bangun.

Momen paling berat terjadi di pertengahan tahun. Ketika saya dengan berat hati memutuskan untuk resign dari pekerjaan demi kembali ke bangku kuliah. Yang saat itu rasa kehilangannya seperti putus dari pacar. Benar-benar sedih dan kehilangan.

Dan kebetulan pula, di saat yang bersamaan, saya putus dari pacar.

Benar-benar pertengahan tahun yang menguras airmata. Seperti yang pernah saya tulis di postingan >> klik di sini

Fase-fase dimana saya belajar sangat banyak untuk lebih bersyukur. Lebih menghargai apa yang saya punya. Belajar menyelesaikan masalah saya satu per satu. Seperti yang saya tulis di postingan >> klik di sini

Ketika itu, akhirnya saya pasrah pada Allah SWT. Saya hanya mencoba menjalani hari dengan ikhlas, meski berat. Menjalani perubahan-perubahan rutinitas dalam hidup saya.

Expect nothing, and you’ll be surprised on something.

Itu benar. Ketika saya sudah pasrah dan ikhlas. Menjalani hari semampu yang saya bisa tanpa mengharapkan apa-apa, kejutan-kejutan itu justru datang.

Salah satu impian terbesar saya tercapai!

DREAMS DO COMES TRUE: Kumpulan cerpen "Cerita Tentang Cinta". Karya saya yang diterbitkan 🙂

Oke, memang sih impian saya adalah menghasilkan novel dan melihat nama saya terpampang bersama novel saya itu  di toko buku. Tapi, menerbitkan kumpulan cerpen ini adalah batu loncatan menuju impian saya itu.

Perasaan saya saat itu benar-benar tidak dapat terkatakan. Luar biasa.

Dan kesempatan ini benar-benar datang tak di duga. Hanya dalam waktu dua hari.

Ya. Dua hari.

Dua hari sebelumnya, saya bukan siapa-siapa. Kemudian, taraaa! Tiba-tiba saja, dua hari kemudian, saya sudah memegang buku kumpulan cerpen saya di Istora Senayan Jakarta, di peluncuran buku saya bersama #99writers lainnya.

Ini semua tak lepas dari kesempatan yang diberikan oleh nulisbuku yang ketika itu mengadakan sayembara #99writers. Mereka mencari 99 penulis untuk menerbitkan 99 buku dalam waktu 9 hari.

Dan ketika itu, saya baru tahu tidak sampai dua hari sebelum deadline pengumpulan naskah (bagaimana saya bisa mengerjakan itu semua dalam waktu tidak sampai dua hari? nanti akan saya ceritakan di postingan khusus, bahwa apapun bisa kita lakukan, asal ada usaha dan kemauan).

Sayembara itupun saya tahunya secara tidak sengaja. Ketika iseng membuka timeline Twitter.

See? Betapa amazing kejutan yang diberikan Allah SWT. Memberikan saya kesempatan untuk mencapai impian saya. Dalam dua hari. 🙂

Bisa dikatakan, menerbitkan karya pertama saya dan menjadi bagian dari #99writers nulisbuku adalah best moment in 2010 🙂

BEST MOMENT: Berdiri di panggung Istora Senayan Jakarta, 8 Oktober 2010, bersama #99writers dari Nulisbuku.

PROUD: Bangga menjadi bagian mereka 🙂

Perasaan luar biasa lainnya adalah ketika mendapat apresiasi dari para pembaca. (anyway, kayaknya saya harus bikin postingan khusus untuk membahas buku saya ini. Soalnya terlalu panjang nanti jika saya tumplek disini semua, hehehe)

Kejutan lain yang tak terduga adalah…

Dia.

Setelah putus dari pacar saya di pertengahan tahun, saya sempat bersumpah pada diri sendiri, bahwa saya tidak mau lagi menjalin hubungan dengan siapapun dalam waktu dekat, setidaknya sampai tahun 2011.

Karena jujur saja, saya capek menata hati tapi kemudian dihancurkan lagi. Saya capek mendengar janji-janji manis tapi kemudian teringkari. Saya capek diperjuangkan dan diyakinkan mati-matian, tapi kemudian dilepaskan.

Itulah sebabnya, ketika ada beberapa pria yang mendekati saya, terpaksa saya beri jarak ketika mereka sudah menjurus ke arah komitmen. Saya menjauh dari mereka. Maafkan saya. Tapi saya benar-benar ingin sendiri ketika itu. Dan hati saya hampa ketika itu.

Tapi lagi-lagi saya cuma bisa berencana, Tuhan lah yang menentukan.

Dua hari. Lagi-lagi dua hari. Keajaiban itu datang.

Dua hari saya bertemu dengannya dalam satu event. Saya ikut event itupun kebetulan. Benar-benar tidak direncanakan. Last minute.

Seandainya saya tidak ikut event itu, mungkin saya tidak akan bertemu dengannya.

what a serendipity, eh?

Akhirnya, lagi-lagi saya takjub dengan kejutan yang diberikan oleh Tuhan.

Saya yang berjanji pada diri saya untuk tidak berpacaran atau menjalin komitmen dengan siapapun dalam waktu dekat, harus menarik ucapan saya (never say never, eh?)

Well, 021210 pun menjadi angka yang cantik dan berkesan bagi saya.

Ya. Saya tahu resikonya. Saya tahu jika hubungan ini nantinya tidak berhasil, saya akan sakit lagi. But, i’m willing to give it a try. Saya berani mengambil resikonya.

Hei, kamu. Terima kasih sudah datang dalam hidup saya, secara tidak terduga. My accidental happily ever after. I heart the way you smile and how you comfort me with your laughter. 🙂

Jadi, meski pertengahan tahun sangat berat, penghujung 2010 benar-benar manis.

Ini membuktikan bahwa, seperti yang selama ini saya yakini, akan selalu ada kemudahan setelah kesusahan. Akan tawa setelah air mata.

Well, itulah momen-momen yang tercipta di 2010. Semoga pada 2011, akan tercipta momen-momen yang tak kalah indah dan seru. Amin.

Ciptakan momen sebanyak-banyaknya mulai sekarang, yuk! Biar tak ada penyesalan, ketika nanti sampai di penghujung tahun 🙂

xoxo,

(hil)

I’m Possible :)

Universitas Indonesia

Nothing is impossible, the word itself says “I’m possible”!

~Audrey Hepburn~

“Ah, nggak mungkin…”

“Mana mungkin kamu bisa”

Kata-kata tersebut sering kita dengar dari orang di sekeliling kita ketika kita melontarkan mimpi atau keinginan kita.

Ya kan?

Padahal, kata-kata tersebut bisa menjadi dinding penghalang dalam perjalanan menuju impian kita.

Kata-kata tersebut biasanya bakal bikin kita minder dan berpikir ulang, “Iya ya, kayaknya nggak mungkin deh aku bisa”

Kata-kata “Impossible” itulah penghalang mimpi kita.

Bagaimana kita bisa sukses meraih mimpi kita itu, kalau belum-belum, kita sudah minder karena merasa nggak bisa?

Padahal, nggak ada yang nggak mungkin di dunia ini asalkan kita mau berusaha.

Ya kayak kata-katanya Audrey Hepburn diatas, nothing is impossible, the word itself says “I’m possible”

Jujur saja, dulu saya juga sering minder gara-gara denger kata “Nggak mungkin kamu bisa” dari orang-orang di sekeliling saya.

Tapi sekarang saya sadar, bahwa rasa minder itu hanya akan menjadi penghalang untuk mencapai impian saya.

Sebenarnya, yang kita semua butuhkan adalah: fokus, berusaha sekuat tenaga, dan mengeluarkan kemampuan yang terbaik untuk mencapai impian.

Kalau ada yang meragukan kemampuan, katakan saja: “Watch me!”

There are so many people out there who will tell you that you can’t. What you have got to do is turn around and say, “watch me!”

Salah satu contoh keberhasilan mencapai impian adalah adik saya, Fikar.

Adik saya berhasil mencapai impiannya, masuk ke Fakultas Hukum Universitas Indonesia lewat jalur SPMB.

Iya, UI!

Iya, SPMB!

Padahal, banyak yang bilang “Nggak mungkin, Fik”

Termasuk saya.

Saya ingat sekali, waktu itu saya bilang padanya,

“Ngapain kamu daftar SPMB fik? FH UI pula! Nggak mungkin keterima. Buang-buang duit pendaftaran aja fik. Kan kamu uda keterima di FH Unair. Udahlah, nggak mungkin bisa keterima FH UI spmb. Kursinya lho cuma diterima 30, yang daftar ratusan ribu. Mana mungkin!”

Jadi ceritanya, waktu itu adik saya sudah keterima PMDK Prestasi.

Keterimanya nggak main-main. Di semua tempat yang ia daftarkan. Di empat universitas yang berbeda sekaligus.

*iya, adik saya yang satu ini emang jenius luar biasa. Dia masuk akselerasi. Huah, betapa irinya saya pada kepintarannya, hehehe*

Yaitu, di Unair, UGM, Unibraw, dan UI. Tapi, UI-nya jurusan ilmu sejarah.

Nah, adik saya yang kepingin masuk Hukum, memilih melepas UI dkk, dan mengambil yang FH Unair.

Meski begitu, adik saya ini masih penasaran setengah mati.

Sebab, impiannya adalah bisa masuk FH UI.

Jadi, dia ngotot pengin ikut tes SPMB.

Padahal, peluang masuknya sangat kecil. cuma diterima 30 orang dari ratusan ribu yang mendaftar.

Hebatnya, Fikar nggak mau menyerah, dia nggak menghiraukan kata-kata “Nggak mungkin” dari semua orang.

Dia mau mencoba dan berusaha sekuat tenaga.

Waktu itu dia bilang, “lihat aja nanti!”

Dan benar! hasilnya, dia keterima!

Saya sangat shock saat tahu dia berhasil.

Dia bilang ke saya,” Tuh kan? aku bisa kan? dulu mbak bika bilang, aku nggak mungkin bisa. Nih, buktinya aku bisa, hahaha!” sambil tertawa dengan penuh kemenangan.

See? Adik saya, berhasil membuktikannya. Dia mencapai impiannya.

jaket almamater yang ditunjukkan pada saya saat Fikar pulang sebentar sebelum MOS dimulai.

Pelajaran berharga yang saya dapatkan dari adik saya adalah

Jangan pernah menyerah dalam menggapai impian.

Take a chance. Ambil tiap kesempatan yang ada.

Jangan hiraukan bisikan-bisikan yang mengatakan “Kamu nggak mungkin bisa.”

Ingat, “I’m Possible!

Believe yourself

Berikan kemampuan terbaik

Kalau sudah begitu, tinggal serahkan semuanya pada Tuhan.

Kita berusaha, Tuhan yang menentukan.

Kalaupun nanti ternyata gagal, setidaknya, kita sudah mencoba dan berusaha sekuat tenaga.

At least, kita bisa bilang, “I’ve tried

Daripada kita tidak pernah mencobanya dan menyesal di kemudian hari, alangkah baiknya kalau kita mencoba semua kesempatan yang ada.

Jangan pernah menggantungkan impian

Kejar terus sampai batas maksimal kemampuan

Ingat, hidup cuma sekali 🙂

Jadi, saya akan berusaha untuk mencapai impian-impian saya. Apa saja impian saya? Banyak. Nanti saja saya tulis di edisi khusus. Hehehe.

Semoga, impian-impian saya itu tercapai. Amiiinn 🙂

Yuk, raih impian kita!

xoxo,

(hil)

PS: Hei, Dzulfikar Kardawi Sabik, mbak-mu ini, Hilda Nurina Sabikah, sangat bangga padamu. Sangat bangga punya adik sepertimu. Thanks for inspiring me, little bro! 😉

take my breath away >.<

kepulauan Koh Kood, Thailand

the resort

kemarin, waktu baca majalah Elle, ada artikel tentang Hotel-Hotel yang take our breath away

dan artikel itu sepertinya benar…

setelah membacanya, ada dua resort yang bisa bikin saya jatuh cinta setengah mati

take my breath away...

yang pertama:

Soneva Kiri by Six Senses

lokasinya di Kepulauan Koh Kood, Thailand

itu tuh resort Eco-Friendly yang keren

yang bikin saya jatuh cinta adalah, kita bisa makan diatas dining pod dengan pemandangan luar biasaa

the dining pod... keranjang raksasa dari kayu yang digantung diatas pohon... kita bisa makan dengan pemandangan menakjubkan 😉

interiornya kuereeen

hotel yang kedua adalah

Conrad Maldives Resort & Spa Rangali Island

Kepulauan Maladewa

resort yang kedua ini lebih kuereeennn lagi

Rangali Island Maladewa

damainyaaaa

*speechless*

villa diatas laut

Conrad MAldives Resort & Spa ini adalah Water Villa yang dibangun seperti rumah panggung diatas laut

KEREN banget kan?

bahkan nih ya, di beberapa villa, di area living room-nya terdapat lantai kaca transparan

jadi, kita bisa lihat laut di bawah kaki kita

huaahhh… keren banget pasti

selain itu, resort ini punya:

whoaa... makan di bawah laut di Ithaa Undersea Restaurant

jadi, di resort ini juga ada restoran di bawah lautnya! Cool, rite??

atau bisa juga romantic dining di Madhoo Spa Restaurant 😀

selain itu bisa merasakan damainya pijet di sana :p

huah... pasti maknyuss tuh

huaaaaaahhhh…

kapan ya saya bisa nginep di  kedua tempat itu? *benar-benar ingiiiinnn sekaliii*

pasti cost-nya mahaaalll banget tuh

yah, namanya juga impian,

siapa tahu suatu saat saya bisa kesana, bersama suami saya 😉

amiiiinnn…. *berdoa dengan sungguh-sungguh*

xoxo,

(hil)