Harry Potter: After All This Time? Always.

No. This is not a review. This is my personal notes about Harry Potter.
And, yes. I’m a Potterhead ❤

saladbowldetrois

 

Harry Potter JK Rowling

.

-o-

It is our choices that show what we truly are, far more than our abilities.

J.K. Rowling, Harry Potter and the Chamber of Secrets,

melalui Albus Dumbledore.

-o-

 .

 

 

Bukan, novel ini bukan sekedar novel tentang sihir. Novel ini mampu menyihir.

Keberanian. Pilihan. Kasih sayang. Cinta tanpa tanda jasa. Persahabatan. Kepercayaan. Semua itu bisa didapatkan dari tujuh novel dalam seri fenomenal karangan J.K. Rowling, Harry Potter.

View original post 1,239 more words

Advertisements

.Dalam Bundar Telur Dadar.

 

“Aku percaya, cinta itu sederhana. Bisa ditemukan di mana saja dan dalam bentuk apa saja.”

– Dominique Diyose, dalam buku Life’s Traveler by Windy Ariestanty –

 

Cinta itu sederhana.

Sesederhana pelukan, kecupan, dan kompresan ibu ketika saya demam tinggi.

Sesederhana ayah yang menjemput saya di dini hari dengan sepeda motor dan membonceng saya dengan tubuh kurusnya.

 

Cinta itu sederhana.

Tak harus sempurna. Tak melulu mewah.

 

Dan pagi ini,

Saat menggigil kedinginan dan kehabisan sesisir roti,

Saya menemukan cinta dan kehangatan yang luar biasa, meski sederhana.

 

Saya menemukannya,

Dalam bundar telur dadar.

(hil)

“Suatu pagi nanti, saya dan kamu akan berbagi telur dadar,

dengan dada berdebar dan cinta yang berpendar.”

~@hildabika

 

 

.Semua akan Indah pada Waktunya.

“Someday everything will make perfect sense. So for now, laugh at all the confusion, smile through the tears and keep reminding yourself… everything happens for a reason.”
— Kami Dawn Asay-

 

ketika merasa susah untuk tersenyum, lihatlah tulusnya senyuman seorang bayi 🙂

 

Semua akan indah pada waktunya.

Ya, saya percaya bahwa semua akan indah pada waktunya.

Bukan sekali dua kali saya membuktikan ini.

Tapi, memang kata-kata itulah yang membuat saya mampu berdiri setelah berkali-kali jatuh.

Saya sudah kenyang kena masalah cinta, masalah keluarga, masalah kerjaan, masalah apapun… sampai saya pernah benar-benar hampir menyerah karena lelah luar biasa.

Tapi, mengingat kata-kata itu,  saya selalu berusaha tersenyum dan menyenangkan diri sendiri saat saya sedang dilanda masalah.

Dan saya sangat bersyukur pada Allah SWT karena tiap kali saya hampir menyerah, saya selalu diingatkan bahwa semua akan indah pada waktunya.

 

Ingat bahwa Allah  selalu punya jawaban untuk semua doa kita. yaitu:

1. Tidak. Artinya Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik untuk kita.

2. Tunggu. Artinya Allah akan mengabulkannya nanti di waktu yang tepat.

3. Ya. Artinya itulah yang memang terbaik buat kita.

 

Jadi, ketika hidup ini tidak berjalan seperti yang saya inginkan, saya selalu menanamkan satu hal.

Allah akan selalu memberikan yang terbaik buat hamba-Nya 🙂

 

Kayak kutipan di buku karya Andrea Hirata, Sang Pemimpi >> “Tuhan tahu, tapi menunggu.”

 

Dan ketika saya merasa ujian yang saya hadapi terlalu berat, saya selalu diingatkan bahwa Allah tidak akan memberi cobaan yang tidak ada jalan keluarnya.

Kita diberi cobaan seperti itu artinya Allah menganggap kita kuat melalui cobaan itu.

Anything happens for a reason. Ada alasan mengapa Tuhan memberi cobaan ini ke kita.

Apapun alasannya, kita hanya harus percaya bahwa Tuhan tahu yang terbaik untuk kita. Semua akan indah pada waktunya.

 

Dulu, saya juga sempat berpikir, “Ya Allah, kenapa harus saya yang mengalami semua ini?” dan saya juga sempat iri pada mereka yang berbahagia, yang hidupnya enak, yang keluarganya bahagia, yang punya kekasih yang sangat mencintainya, dan sebagainya.

tapi…

Don’t compare your life to others. You have no idea what their journey is all about.” ~Woody Hayes.

Ya, saya kan hanya melihat kulit luarnya saja.

Padahal, di dalamnya, mereka semua punya masalah sendiri-sendiri. Yap, tiap orang punya masalahnya sendiri-sendiri. Kadang, masalah mereka jauh lebih berat daripada masalah kita.

Jadi, jangan pernah iri pada hidup orang lain. Kita nggak perlu membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain.

Kita hanya perlu bersyukur atas apa yang kita punyai.

 

Tanamkan saja: if something make you down, you have to know that there are lot of things will gonna make you up.

Akan selalu ada kemudahan, setelah kesulitan. Akan selalu ada hikmah dan kebahagiaan, bahkan di masa-masa sulit.

 

Sebenarnya, banyak lho cara untuk membahagiakan diri sendiri

Kalau saya sih biasanya menghibur diri sendiri dengan cara nonton film *Saya bahkan pernah nekat nonton sendirian di bioskop*, makan makanan yang saya sukai, tenggelam dalam novel, menulis blog, dan banyak lagi.

 

Yang penting adalah cintai diri sendiri dulu.

Karena, bahagia itu kita sendiri yang menciptakan. Bukan orang lain.

Lagipula, bagaimana orang lain bisa mencintai kita, kalau kita aja nggak mencintai diri kita sendiri? Ya, kan?

So… love ourself, yuk!  🙂

 

xoxo,

(hil)

 

PS: postingan ini saya buat khusus buat sahabat saya yang sedang bersedih. Semangat ya say! Ingatlah bahwa anything happens for a reason dan semua akan indah pada waktunya. Percayalah 🙂

*sssttt… saya sudah membuktikannya bolak-balik lho… semua memang indah pada waktunya* 😀

you’re not alone, dear 😉

Anger Management

kamu jahat!

pelangi, kamu jahat!

 

Tahu film Anger Management-nya Adam Sandler?

Kalau kalian belum nonton,

Berarti sama, saya juga belum nonton… Hihihi

 

Bukan, saya memang bukan mau membahas atau me-review filmnya

(tapi kayaknya nanti kalau ada waktu saya harus tonton filmnya)

Saya lagi pengin membahas “anger management”-nya

Ternyata berdasarkan teori, ada dua jenis cara yang salah untuk me-manage kemarahan:

Meledak ke luar dan ke dalam.

 

Nah, kalau meledak keluar kan jelas tuh, langsung meledak kayak bom

Kalau jenis yang kedua ini, dia memang sabar dan tidak pernah marah

Tapi tidak sehat karena tidak menyalurkan kemarahan dia dengan baik

Jadi dikhawatirkan bakal meledak sewaktu-waktu dan mengakibatkan efek yang lebih parah seperti MEMBUNUH, dan lain-lain. (Ebuset! Serem juga ya?)

 

Saya sendiri tidak tahu saya masuk golongan yang mana :p

Tapi dini hari buta ini saya merasa sangat marah, sedih, jengkel jadi satu karena seorang lelaki.

 

Akhirnya, saya jadi mikir, “Aduh, saya bisa meledak nih kalau menyimpan kemarahan ini berlarut-larut.”

Jadilah saya bertingkah agak aneh.

Saya emang agak aneh kalau lagi bete atau marah.

Saya bisa jadi gila *bukan dalam arti sebenarnya (?) * hahahaha

 

Saya masih penasaran bagaimana ya cara anger management (mengatur kemarahan) yang baik?

Saya sih biasanya menyalurkan kemarahan dengan:

Menulis

Makan

Menyanyi

Curhat

 

Tapi untuk kasus satu ini, saya masih marah, marah, dan marah… sampai detik ini.

 

Untungnya,

Ada seseorang lelaki lain *yang ganteng* *uhuk* *yang sangat baik hati* *uhuk lagi* yang setia menemani saya dini hari buta ini,

Dia mau nyanyi-nyanyi kayak orang mabuk :’)

Sampai ngiler <<– ini serius lho! *ngikik geli*

Sampai serak.

Sampai haus.

Ahahahaha

stay with me...

Stay with me…

 

Terima kasih ya, hei kamu 🙂

Terima kasih banyak sudah mau menemani dan menghibur saya 🙂

 

Oh iya, saya mendapat sebuah quotes  dari bapak super Mario Teguh :

“Hanya seorang yang pemarah yang bisa betul-betul bersabar.
Seseorang yang tidak bisa merasa marah, tidak bisa disebut penyabar; karena dia hanya tidak bisa marah.
Sedang seorang lagi yang sebetulnya merasa marah, tetapi mengelola kemarahannya untuk tetap berlaku baik dan adil adalah seseorang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar.”

Semoga saya bisa jadi orang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar.

Amiinn.

 

 

Try to love my day,

(hil)